Berhentilah Jadi Gelas cerita inspiratif 2013 – ARSBLOG.ID
Sun. Sep 19th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

Berhentilah Jadi Gelas cerita inspiratif 2013

3 min read


Pada kesempatan kali ini saya ingin memberikan sebuah cerita inspiratif untuk semuanya, cerita dari didik hermawan ini telah membuat saya mampu menJalani hidup saya ini dengan enJoy, dan mampu menikmati hidup dengan bahagia dan penuh senyuman dan keikhlasan. semoga teman-teman semua mampu terinspiratif dengan cerita ini. lebih baik langsung kita simak ceritanya. selamat membaca

Berhentilah Jadi Gelas
Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini nampak murung.
“Kenapa kau selalu murung, nak?” Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini?” sang Guru bertanya.
“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.
Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan genggam garam. Bawalah kemari biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurrunya itu, lalu kembali lagi membawa gula dan garam sebagaimana yang diminta.
“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air ini,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum sirnya sedikit.”
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.
“Bagaimana rasanya?” Tanya Sang Guru.
“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.
“sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridya kedanau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau”
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk duduknya, tepat dipinggir danau.
Si murid menangkupkan kedua tangnnya, mengambil air danau,dan membawanya ke melutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir ditenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar, segar sekali.” Kata sang murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangnnya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber diatas sana. Dan airnya mengalir menjadisungai yang kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau juga menghilangkan rasa asin yang ada di mulutnya.
“teraskah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”
“Tidak sama sekali,” kata sang murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Gru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
“Nak,” kata sang guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah alam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.”
“Hanya segengam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkuarang, dan tidak berlebih. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satupun manusia, walaupun dia seorang nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”
Si murid terdiam, mendengarkan.
“Tapi Nak, rasa ‘asin’ dan penderitaan yang dialami itu sangat terhantung dari besarnya ‘qalbu’ (hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”
Apakah anda siap berhenti menjadi gelas, dan sekarang juga menjadi danau yang luas? Ketika anda siap menjadi danau, maka percayalah dengan menjadi danau hidup anda akan semakin mearasa nikmat, Nyman, dan selalu mensyukuri segala hal yang terjadi pada diri kita semua. Karena hidup ini tidaklah pantas selain hanya untuk disyukuri.
Janganlah biarkan diri kita menjalani hidup seperti mengangkat sebuah beban yang sangat berat. Seolah-olah hidup penuh masalah dan kita merasa seolah-olah diri kita sendiri yang menanggung itu.
Singkirkanlah segala kegelisahan, kerisauan, kecemasan, dan kekhawatiran dalam diri kita semua mulai sekarang. Dan gantilah dengan ketenangan, keceriaan, dan keyakinan mulai saat ini dan seterusnya.
“Maka nikmat Tuhan-Mu yang mankah yang kamu dustakan?”

2 thoughts on “Berhentilah Jadi Gelas cerita inspiratif 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.