cara menulis kata pengantar dan abstrak – ARSBLOG.ID
Sat. Apr 17th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

cara menulis kata pengantar dan abstrak

5 min read

Kata Pengantar
Kata pengantar adalah bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa karangan tersebut dilakukan atau dibuat. Setiap karangan ilmiah, seperti: buku, skripsi, thesis, makalah, atau laporan formal ilmiah haruslah menggunakan Kata Pengantar. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut. Perhatikan unsur-unsur yang harus dicantumkan dan cara penulisannya.
1)      ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,
2)      penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah,
3)      penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah,
4)      penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang, sekelompok orang, atau organisasi/lembaga,
5)      ucapan terima kasih kepada seseorang/lembaga yang membatu,
6)      penyebutan nama kota, tanggal, bulan, dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda tangan,
7)      harapan penulis atas karangan tersebut,dan
8)      manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran,
Kata pengantar merupakan bagian dari keseluruhan karya ilmiah. Sifatnya formal dan ilmiah. Oleh karena itu, kata pengantar harus ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku, baik, dan benar. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan, naskah utama, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tdak ditulis ulang dalam isi karangan.

Hal-hal yang harus dihindarkan.
1)      menguraikan isi karangan,
2)      mengungkapkan perasaan berlebihan,
3)      menyalahi kaidah bahasa,
4)      menunjukkan sikap kurang percaya diri,
5)      kurang meyakinkan,
6)      kata pengantar terlalu panjang,
7)      menulis kata pengantar semacam sambutan,
kesalahan bahasa: ejaan, kalimat, paragraph, diksi, dan tanda bacaa kalimat tidak efektif. Kesalahan bahsa yang sering terjadi pada kata pengantar, misalnya kesalahan kalimat. Perhatikan kata pengantar berikut ini.
Text Box: KATA PENGANTAR Karya ilmiah berjudul “Upaya menciptakan kreativitas baru berbasis budaya adat Sunda” ini dapat saya selesaikan dengan baik semata-mata atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, penulis mengucapkan puji syukur kepada-Nya.  Karya ilmiah ini ditulis untuk melengkapi kegiatan kuliah bahasa Indonesia di Universitas Negeri Jakarta pada akhir semester genap 2004. Penulisan berdasarkan data sekunder dan data primer berupa cerita adat masyarakat asli di daerah Sunda.  Penulisan karya ilmiah ini dimungkinkan oleh adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan dan bimbingan tersebut kepada: Kedua orang tua kami, Ketua Jurusan Ekonomi, Bapak Waluya selaku dosen pembimbing,  Penulis menyusun karya ilmiah ini dengan sebaik-baiknya. Namun, penulis menyadari kemungkinan adanya kekurangan atau kesalahan yang tidk disengaja. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca akan penulis terima dengan rasa syukur.  Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca.  Jakarta, 18 Agustus 2004 Penulis  Hengki Maulani Awaliah
Pada contoh kata pengantar diatas banyak sekali kesalahan yang harus kita perhatikan terkait syarat dan ketentuan dalam pembuatan kata pengantar seperti yang telah dijelaskan.
Contoh pengetikan kata pengantar.
1)      Kesalahan dan pembetulan kalimat pertama:
Penggunaan kosakata yang lazim digunakan dalam pergaulan, bahasa lisan.
“memanjatkan puji dan syukur kepada…”
“dengan rahmat dan hidayah-Nya”
Sebaiknya diganti dengan:
“Puji dan syukur saya ucapkan ke hadirat Tuhan atas…”
Pembetulan:
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga paper
“Permasalahan Ekonomi yang Sedang Terjadi di Indonesia,” dapat diselesaikan dengan baik.
2)      Kesalahan dan Pembetulan Kalimat Kedua:
Salah nalar, dengan puji dan syukur tugas selesai. Seolah-olah tanpa usaha serta seperti semacam sulapan.
Pembetulan:
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga berhasil menyelesaikan makalah”Efek Hengki Dalam Pelepasan Gas.”
3)      Kesalahan dan pembetulan kalimat kedua dan ketiga:
Penggunaan kata memanjatkan seharusnya hanya digunkan dalam bahasa lisan, sebaiknya diganti dengan kata mengucapkan.
Salah nalar,”dengan puji syukur” tugas selesai. Seolah-olah tanpa usaha tugas selesai.
Kami seharusnya penulis dan ditulis dengan huruf kecil, dan tidak efektif.
Pembetulan:
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga berhasil menyelesaikan karya tulis”Penerapan Fisika Kuantum Dalam Mengobati Alergi.” Ini dengan baik dan tepat waktu.
4)      Kesalahan dan Pembetulan kalimat keempat: sama dengan kesalahan kalimat ketiga.
Pembetulan:
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
Abstrak
Abstrak adalah suatu bentuk penyajian singkat sebuah laporan atau dokumen yang ditulis secara teknis, teliti, tanpa kritik atau penafsiran penulis abstrak. Abstrak juga dapat didefinisikan “abstrak adalah pernyataan singkat tetapi akurat dari isi dokumen tanpa menambah tafsiran atau kritikan dan tanpa membedakan untuk siapa abstrak itu dibuat” (American National Standard Institue’s 11979). Selain itu, dapat didefinisikan pula bahwa “abstrak ialah uraian singkat tetapi akurat yang mewakili isi dokumen, tanpa menmabah intepretasi atau kritik dan tanpa melihat siapa pembuat abstrak tersebut (ISO 214-1976).
1)      Karakteristik abstrak:
a)      Singkat: tidak memuat latar belakang, tdak memuat contoh, tidak memuat penjelasan alat, cara kerja, dan proses yang sudah lazim/dikenal, tidak lebih dari 250 kata, hanya memuat: (1) metode kerja dari pengumpulan data sampa penyimpulan (2) data yang sudah diolah.
b)      Berketelitian tinggi: (1) menggunakan sumber dokumen asli secara cermat, mudah dipahami, dan (2) menggunkan kata atau istilah yang sma pada dokumen.
c)Bentuk tulisan: (1) informative kuantitatif dan (2) deskriptif, analisis, induktif, atau deduktif bergantung pada naskah asli.
d)     Struktur:
Ø  Judul dokumen,
Ø  Nama asli penulis,
Ø  Tujuan,
Ø  Cara kerja, proses, atau metode,
Ø  Hasil kerja,
Ø  Kesimpulan,
Ø  Inisial penulis abstrak.
2)      Jenis Abstrak
a)Abstrak indikatif adalah abstrak yang menyajikan uraian secara singkat mengenai masalah yang terkandung dalam laporan atau karya ilmiah lengkapnya. Abstrak indikatif bertujuan agar pembaca mengetahui isi informasi tanpa memadatkan isi informasi aslinya dan hanya memberikan indikasi sasaran cakupan tulisan. Maka, pembaca dapat mempertimbangkan apakan tulisan asli perlu dibaca atau tidak.
Contoh:
Ngaben: Ketika Kematian HanyaSementara, tulisan Wegig Murwonugroho; Agus Nugroho Udjianto dan Arif Datoem.
Abstrak 
Setiap upacara kematian biasanya diiringi dengan isak tangis dan ratap yang tak  berkesudahan, namun tidak demikian di Bali. Ngaben, upacara pembakaran mayat HinduBali, menjadi ajang pesta kebahagiaan yang riuh. Menjadi pesta masal yang terkadangterlihat begitu liar, namun sangat sacral. Bagi orang Hindu Bali, tubuh adalah tempat tinggalsementara bagi jiwa yang abadi. Ketika manusia mati, maka sang jiwa, beserta kelimaunsurnya, harus melepaskan diri dari sang tubuh untuk kemudian menyatu dengan alammakrokosmosnya. Jiwa itu akan melewati beberapa neraka, menuju surge, lalu akandibangkitkan lagi dalam tubuh yang lain di dunia. Tak ada ratapan, karena peristiwa pembakaran inilah yang paling ditunggu oleh sang jiwa dan sanak keluarga, membebaskandiri dari segala yang fana untuk berpulang menyatu kepada Hiang Widi.
Kata kunci:
Ngaben, Pitra Yadnya, mikrokosmos, makrokosmos. Palebonan.
(Dikutip dari:
 Dimensi.
Vol.4, No.1. September 2006)
b)      Abstrak informatif adalah miniatur laporan atau karya ilmiah asli dengan menyajikan data dan informasi secara lengkap sehingga pembaca tidak perlu lagi membaca tulisan aslinya, kecuali untuk mendalaminya. Dalam abstrak informatif, disajikan keseluruhan tulisan asli dalam bentuk mini. Seperti, judul, penulis, institusi, tujuan, metode dan analisis laporan, hasil penelitian, dan simpulan.
Contoh:
Psikopatologi pada Prajurit Marinir TNI Angkatan Laut di Wilayah DKI Jakarta zaat Menjelang Purna Tugas Beserta Kebiasaan Kontrol Rutin Kesehatannya, tulisan SafrinaGandjar S.; Danubrata W.; Nandaka K.T.; Damping, C.E.; Wiwie, M.
Abstrak 
Gejala psikopatologi banyak mengenai individu menjelang masa purna tugas. Penelitian iniuntuk mengetahui secara diskriptif prefalensi psikopatologi anggota prajurit Marinir TNIAngkatan Laut saat menjelang purna tugas. Penelitian porong lintang ini dilakukan terhadap96 sampel anggota Marinir TNI Angkatan Laut saat menjelang masa purna tugas di wilayahDKI Jakarta, periode Agustus 2004 –Oktober 2006 dengan menggunakan instrumen SCL-90.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prefalensi psikopatologi anggota Marinir TNIAngkatan laut menjelang purna tugas 1 – 3 tahun ke depan sebesar 42,7%. Proporsi merekaterdiri tiga tahun menjelang purna tugassejumlah 2,4 %, dua tahun sejumlah 61,3% dan satutahun sejumlah 91,3%. Secara umum dimensi psikopatologi yang didapat dalam penelitianini, adalah somatisasi 51% psikotikisme dengan uji disquare 38,5% fobia, 38,5% idea paranoid, 37,5% ancietas, dipresi 33,3%, item tambahan 33,3%, obsesi kompulsif 32,3%,hostile 27,1% sensitifitas interpersonal 25%. Disimpulkan bahwa lebih dari 60% anggotaMarinir TNI Angkatan Laut mengalami psikopatologis yang telah timbul mulai dua tahunmenjelang purna tugas dan berdampak pada ketidaktaatan menjalani control rutinkesehatannya.
Kata kunci:
anggota Marinir TNI Angkatan Laut, menjelang pension, psikopatologi, SCL-90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.