analisis data praktikum FD II Hk Kirchoff – ARSBLOG.ID
Sat. Apr 17th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

analisis data praktikum FD II Hk Kirchoff

2 min read


Analisis Data
Berdasarkan hasil percobaan yang kami lakukan kami mendapatkan hasil sebagai berikut
Untuk rangkaian 2 loop Hukum Kirchoff II
Berdasarkan Percobaan:
(I1±∆I1)mA=()mA
(I2±∆I2)mA=()mA
(I3±∆I3)mA=()mA
Berdasarkan Perhitungan:
(I1±∆I1)mA=()mA
(I2±∆I2)mA=()mA
(I3±∆I3)mA=()mA
Untuk Hukum Kirchoff I
Berdasarkan Percobaan:
(I1±∆I1)mA=()mA
(I2±∆I2)mA=()mA
Berdasarkan Perhitungan
(I1±∆I1)mA=()mA
(I2±∆I2)mA=()mA
Menurut Halliday dalam bukunya Fundamental of Physics halaman 708 “Penjumlahan antara Gaya Gerak Listrik (GGL) dengan sigma perkalian I dengan R akan selalu nol”. Pada percobaan kami, kami tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan hukum diatas, kami memberikan beberapa analisis yaitu kami berhipotesa bahwa penghantar yang kami gunakan bukanlah penghantar murni sehingga akan menyebabkan arus yang mengalir tidak sesuai dengan harapan kemudian resistor yang digunakan nilainya tidak sesuai dengan nilai pada cincin resistor, hal ini karena resistor tidak memiliki nilai yang tepat, nilainya bisa lebih besar atau lebih kecil dari nilai yang tertera pada cincin resistor sehingga membuat perhitungan kami tidak mendapatkan nilai nol.
Kemudian Berdasarkan hasil diatas kami mendapatkan hasil yang berbeda dalam hal menghitung nilai arus berdasarkan percobaan dan perhitungan, kami menganalisis dan memiliki dua hipotesis. Yang pertama kita ketahui bahwa nilai resistor tidak semuanya tepat dengan cincin yang tertera pada badan resistor, karena setiap resistor memiliki toleransi yang artinya nilai resistor bisa lebih besar atau lebih kecil dari nilai yang ada pada cincin resistor sesuai batas toleransinya. Pada percobaan sudah pasti yang terukur adalah nilai nyata atau nilai sesungguhnya dari resistor sedangkan pada perhitungan kami menggunakan nilai yang tertera pada cincin resistor sehingga akan terdapat perbedaan hasil. Karena resistor yang kami gunakan bisa bernilai lebih besar atau lebih kecil dari nilai yang tertera pada cincin resistor sesuai batas toleransinya. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya nilai toleransi dalam resistor yang artinya resistor tidak memiliki nilai yang tepat.
Kemudian yang kedua kami menganalisis bahwa penjepit yang kami gunakan untuk menghubungkan resistor dan baterai dapat menjadi penghambat arus yang melewatinya sehingga arus yang mengalir terhambat oleh penjepit tersebut dan menyebabkan hasil perhitungan dengan hasil percobaan kami berbeda.
Selain hal diatas kami juga menganalisis bahwa adanya kemungkinan GGL atau dalam hal ini baterai yang kami gunakan nilai tegangannya sudah tidak sesuai dengan aslinya sehingga arus yang dihasilkan pun tidak sesuai harapan.
Hal terakhir yang menjadi analisis kami adalah keterbatasan keterampilan praktikan dalam menggunakan alat ukur juga dapat menyebabkan hasil akhir yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan dan perbedaan ketelitian alat ukur pun dapat menyebabkan hasil yang berbeda pula.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.