laporan fisdas II hukum kirchof – ARSBLOG.ID
Sun. Sep 19th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

laporan fisdas II hukum kirchof

6 min read

PERCOBAAN HUKUM KIRCHOFF
KELOMPOK 2
INAS NUR AZIZAH (3215126554)
SITI NURHASANAH (3215126569)
STEFANUS RENO SAPUTRA (321512670)
WINDA RAHMADINI (3215126575)
Tugas Makalah
untuk Mata Kuliah Praktikum Fisika Dasar 2
Pendidikan Fisika Non Reguler
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Jakarta
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas berkat dan rahmatnya kami mampu menyelesaikan makalah ini. Shalawat salam semoga tetap dilimpahkan kepada nabi besar kita Nabi muhammad SAW,beserta segenap keluarga,sahabat dan pengikutnya yang setia.
Makalah ini yang berjudul “Hukum kirchoff” dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas ujian akhir praktikum dari mata kuliah praktikum fisika dasar 2 pada fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA) universitas negeri Jakarta.

Dalam penulisan makalah ini kami sadar bahwa makalah ini masih banyak memiliki kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami memohon maaf atas segala kekurangannya dan senantiasa membuka tangan untuk menerima kritik dan saran yang membangun agar kelak kami bisa berkarya yang lebih baik lagi.
Harapan kami, semoga makalah yang telah kami buat ini bermanfaat bagi kita semua. Semoga makalah ini dapat berfungsi sebagai mana mestinya.
Jakarta, 13 juni 2013
                                                                                                                   Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jika kita melihat bagian dalam televisi, radio,komputer ataupun bagian dalam dari suatu robot. Tak jarang kita menemukan rangkaian yang lebih rumit daripada rangkaian sederhana hukum kirchoff. Rangkaian ini seringkali memasukkan beberapa sumber,resisitor, dan elemen rangkaian lain seperti kapasitor, transformator dan sebagainya.
Dalam makalah ini, kami mengkaji metode umum untuk menganalisis rangkaian atau jaringan itu, termasuk mencari tegangan yang diketahui, mencari arus dan sifat-sifat elemen rangkaian. Kita akan mempelajarai bagaimana menetukan hambatan untuk beberapa resistor pada rangkaian yang di rangkain secara paralel maupun yang dibentuk dengan loop.
Resistor terdapat dalam hampir semua jenis rangkaian, mulai dari rangkaian yang membatasi atau membagi arus sampai pada rangkaian yang mereduksi atau membagi tegangan. Sehingga wajar untuk meninjau beberapa gabungan dari resisitor.
Rangkaian-rangkaian yang rumit ini merupakan pusat semua alat-alat elektronik modern, sehingga operasi yang ada pada rangkaian ini, tidak peduli betapa rumitnya. Namun kita dapat memahaminya dengan menggunakan kaidah kirchoff serta persamaan-persamaan hukum kirchoff. Sehingga hukum-hukum kirchoff  yang di implementasikan ke dalam rangkaian paralel dan loop inilah yang kami jadikan topik utama pada makalah ini.
1.2 Identifikasi Masalah
Apa itu rangkaian arus searah?
Apa itu listrik?
apa itu listrik statis dan dinamis?
Bagaimna hubungan rangkaian listrik resistor dengan hukum kirchoff
1.3 rumusan masalah
Bagaimna hubungan rangkaian listrik resistor dengan hukum kirchoff?
1.4 Tujuan
1.      mempelajari kirchoff.
2.      Menghitung besar resistansi ekivalen dari suatu rangkaian resistor hubungan campuran.
3.      Membuat analisa rangkaian listrik resistor dengan hukum kirchoff.
1.5Manfaat
1.      dapat mempelajari kirchoff.
2.      dapat Menghitung besar resistansi ekivalen dari suatu rangkaian resistor hubungan                    campuran.
 3.  dapat Membuat analisa rangkaian listrik resistor dengan hukum kirchoff.
BAB II
KAJIAN TEORI
Hukum I Kirchhoff
“Jumlah kuat arus listrik yang masuk pada suatu titik simpul sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpul tersebut”. Hukum I Kirchhoff secara matematis dituliskan sebagai,
                              
Hukum II Kirchhoff
Hukum II Kirchhoff ini digunakan pada rangkaian tertutup, karena ada rangkaian yang tidak dapat diselesaikan dengan rangkaian seri mauoun parallel.Hukum II Kirchhoff berbinyi “Didalam sebuah rangkaian tertutup, jumlah aljabar gaya gerak listrik  dengan penurunan tegangan (IR) sama dengan nol”. Hukum Kirchhoff II secara matematis dituliskan sebagai,
                             
BAB III
METODOLOGI
1.      Observasi
Metode observasi sering kali diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada subyek penelitian. Teknik observasi sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik hendaknya dilakukan pada subyek yang secara aktif mereaksi terhadap obyek.
Dalam membuktikan hokum Kirchoff ini kami melakukan observasi dengan tahapan:
1.      Hukum Kirchoff I
a.       Menyiapkan Alat dan Bahan
b.      Merangkaikan secara paralel di atas papan dengan sumber tegangan 2 buah baterai
c.       Menghitung Nilai dari resistor yang digunakan
d.      Menghitung Tegangan dengan Voltmeter kemudian mencari arus pada R1 dan R2. Kemudian membandingkan antara hasil perhitungan dengan hasil percobaan.
2.      Hukum Kirchoff II
a.      Menyiapkan alat dan bahan
b.      Merangkai alat berdasarkan sketsa rangkaian dengan bentuk 2 loop di atas papan dengan menggunakan 4 baterai
c.      Menghitung I1, I2, dan I3secara langsung menggunakan Amperemeter kemudian membandingkan hasil percobaan dengan hasil perhitungan berdasarkan hukum Kirchoff II
BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN
PENGOLAHAN DATA
Rangkaian Paralel
No
V(R1)
V2
1
2.99
8.9401
2
3
9
3
2.99
8.9401
4
3
9
5
2.99
8.9401
Σ
14.97
44.8203
0.081813285 (4AP)
 ( ) (2.996 ) Volt
No
I1
(I1)2
1
66.69
4447.5561
2
66.7
4448.89
3
66.7
4448.89
4
66.7
4448.89
5
66.71
4450.2241
Σ
333.5
22244.4502
0.004741046 (4AP)
No.
I2
(I2)2
1
30.737
944.763169
2
30.739
944.886121
3
30.74
944.9476
4
30.743
945.132049
5
30.743
945.132049
Σ
153.702
4724.860988
0.003793673 (4AP)
Rangkaian 2 Loop
No.
I1(R1)
(I1)2
1
4.225
17.850625
2
4.226
17.859076
3
4.227
17.867529
4
4.229
17.884441
5
4.23
17.8929
Σ
21.137
89.354571
0.021936932 (4AP)
No.
I2(R2)
(I2)2
1
4.146
17.189316
2
4.147
17.197609
3
4.14
17.1396
4
4.142
17.156164
5
4.1
16.81
Σ
20.675
85.492689
0.213859163 (3AP)
No
I3(R3)
I3^2
1
4.547
20.675209
2
4.546
20.666116
3
4.546
20.666116
4
4.546
20.666116
5
4.547
20.675209
Σ
22.732
103.348766
0.005387757 (4AP)
ANALISIS DATA
Berdasarkan hasil percobaan yang kami lakukan kami mendapatkan hasil sebagai berikut
Untuk rangkaian 2 loop Hukum Kirchoff II
Berdasarkan Percobaan:
(I1±∆I1)mA=(4.227 )mA
(I2±∆I2)mA=(3.12 )mA
(I3±∆I3)mA=(4.346 )mA
Berdasarkan Perhitungan:
(I1±∆I1)mA=(0.221 ) x mA
(I2±∆I2)mA=(0.01 )mA
(I3±∆I3)mA=(0.073 )mA
Untuk Hukum Kirchoff I
Berdasarkan Percobaan:
(I1±∆I1)mA=(4 ) x mA
(I2±∆I2)mA=(0.7882 ) mA
Berdasarkan Perhitungan
(I1±∆I1)mA=(66.70 ) mA
(I2±∆I2)mA= (30.74 ) mA
Menurut Halliday dalam bukunya Fundamental of Physics halaman 708 “Penjumlahan antara Gaya Gerak Listrik (GGL) dengan sigma perkalian I dengan R akan selalu nol”. Pada percobaan kami, kami tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan hukum diatas, kami memberikan beberapa analisis yaitu kami berhipotesa bahwa penghantar yang kami gunakan bukanlah penghantar murni sehingga akan menyebabkan arus yang mengalir tidak sesuai dengan harapan kemudian resistor yang digunakan nilainya tidak sesuai dengan nilai pada cincin resistor, hal ini karena resistor tidak memiliki nilai yang tepat, nilainya bisa lebih besar atau lebih kecil dari nilai yang tertera pada cincin resistor sehingga membuat perhitungan kami tidak mendapatkan nilai nol.
Kemudian Berdasarkan hasil diatas kami mendapatkan hasil yang berbeda dalam hal menghitung nilai arus berdasarkan percobaan dan perhitungan, kami menganalisis dan memiliki dua hipotesis. Yang pertama kita ketahui bahwa nilai resistor tidak semuanya tepat dengan cincin yang tertera pada badan resistor, karena setiap resistor memiliki toleransi yang artinya nilai resistor bisa lebih besar atau lebih kecil dari nilai yang ada pada cincin resistor sesuai batas toleransinya. Pada percobaan sudah pasti yang terukur adalah nilai nyata atau nilai sesungguhnya dari resistor sedangkan pada perhitungan kami menggunakan nilai yang tertera pada cincin resistor sehingga akan terdapat perbedaan hasil. Karena resistor yang kami gunakan bisa bernilai lebih besar atau lebih kecil dari nilai yang tertera pada cincin resistor sesuai batas toleransinya. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya nilai toleransi dalam resistor yang artinya resistor tidak memiliki nilai yang tepat.
Kemudian yang kedua kami menganalisis bahwa penjepit yang kami gunakan untuk menghubungkan resistor dan baterai dapat menjadi penghambat arus yang melewatinya sehingga arus yang mengalir terhambat oleh penjepit tersebut dan menyebabkan hasil perhitungan dengan hasil percobaan kami berbeda.
Selain hal diatas kami juga menganalisis bahwa adanya kemungkinan GGL atau dalam hal ini baterai yang kami gunakan nilai tegangannya sudah tidak sesuai dengan aslinya sehingga arus yang dihasilkan pun tidak sesuai harapan.
Hal terakhir yang menjadi analisis kami adalah keterbatasan keterampilan praktikan dalam menggunakan alat ukur juga dapat menyebabkan hasil akhir yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan dan perbedaan ketelitian alat ukur pun dapat menyebabkan hasil yang berbeda pula.
 
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pada praktikum kali ini yang bertujuan untuk mempelajari kirchoff dan menganalisa rangkaian listrik resistor dengan hokum kirchoff telah tercapai. Kami dapat mengkreasikan dan membuat rangkaian loop dengan sesuai teori yang ada di hukum kirchoff.Namun hukum kirchoff 1  dan hokum kirchoff kedua tidak terbuktisebab terdapat perbedaan antara hasil percobaan dengan teori yang kami dapatkan dalam buku, hal ini dikarenakan beberapa hal yanh sudah dijelaskan dalam analisis.
Saran
1.      Sebaiknya memahami teori hokum kirchoff
2.      Sebaiknya lebih terampil dalam merangkai rangkaian kirchoff agar tidak terjadi kesalahan pengambilan data
3.      Sebaiknya lebih berhati-hati dalam merangkai dan menyambung kabel agar tidak tersengat listrik
DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi 5 Jilid 2. Terj. Yuhilza Hanum. Jakarta: Erlangga.
Haliday, David, Resnick. 2011. Fundamental of Physics. USA: John Wiley and Sons, Inc.
Serway, Raymond A. 2009. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Salemba Teknik.
Tipler, Paul.A. 2001. Fisika untuk Sains dan Teknik Edisi 3 Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Young, Freedman. 2003. Fisika Universitas Jilid 2 Edisi 10. Jakarta: Erlangga.

Laporan Berikutnya: Laporan Indeks Bias, Laporan Sifat Lensa dan Cacat Bayangan, Laporan Spektrometer, Laporan Mikroskop, Laporan Watak Lampu Pijar, Laporan Osiloskop, Laporan Induktansi, Laporan Avometer, Laporan Batas Ukur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.