Bimbingan dan Konseling di Sekolah – ARSBLOG.ID
Sun. Sep 19th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

Bimbingan dan Konseling di Sekolah

9 min read
A.    Pengertian bimbingan dan konseling
·         Bimbingan
Beberapa pengertian bimbingan yaitu :
Ø    Jones: guidance is the help given by one person to another in making choice and justment and in solving problems. Pengertian ini mengandung maksud bahwa pembimbing hanya bertugas membantu agar individu mampu membantu dirinya sendiri dan keputusan terakhir tergantung pada individu yang bersangkutan.
Ø  Rochman Natawidjaja: bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan. Supaya individu dapat memahami dirinya dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat.
Ø  Bimo Walgito: bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan di dalam kehidupannya agar dapat menyesuaikan kesejahteraan hidupnya.
Dari definisi di atas disimpulkan bahwa bimbingan merupakan:
1.      proses yang berkesinambungan,
2.      proses membantu individu,
3.  bertujuan agar individu dapat mengarahkan dan mengembangkandirinya secara optimal sesuai kemampuannya
4. tujuan utamanya agar individu memahami diri dan menyesuaikan dengan lingkungannya
5.   Bimbingan adalah proses pemberian bantuan  yang dilakukan oleh seorang  ahli kepada individu.
·         Konseling
Konseling merupakan proses pemberian bantuan yang didasarkan proses prosedur wawancara konseling  oleh seorang konselor kepada individu Untuk menekankan kekhususannya digunakan istilah bimbingan dan konseling. Kegiatan-kegiatan konseling  mempunyai ciri sebagai berikut:

1. Pada umumnya dilaksanakan secara individual
2. Pada umumnya dilaksanakan dalam suatu perjumpaan tatap muka
3. Dibutuhkan orang yang ahli
4. Tujuan diarahkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien.
5. Klien pada akhirnya mampu memecahkan masalah dengan kemampuannya sendiri.
B.     Tujuan Bimbingan dan Konseling
Adapun tujuan bimbingan konseling terbagi dua yaitu :
·         Tujuan umum bimbingan dan konseling membantu individu agar dapat mencapai perkembangn secara optimal sesuai bakat , kemapuan , minat dan nilai-nilai, serta terpecahkan masalah-masalah yang dihadapi indvidu (klien).
·         Tujuan Khusus bimbingan dan konseling  langsung terkait pada arah perkembangan  klien danmasalah-masalah yang dihadapinya.
C.    Fungsi-Fungsi Bimbingan dan Konseling
Peran bimbingan konseling dapat diketahuai dengan melihat fungsi –fungsi pelayanan bimbingan konseling. Fungsi-fungsi tersebut adalah :
1.  Fungsi menyalurkan, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu para siswa untuk memilih jurusan sekolah, jenis sekolah sambungan atau lapangan kerja, sesuai dengan bakat, minat, kepribadian dan kemampuannya
2.   Fungsi pencegahan (preventif), bila proses bantuan yang kita berikan dalam suatu bimbingan yang bertujuan menjaga, menjauhkan siswa dari masalah yang mungkin dapat mengganggu atau menjurus kepada penyimpangan perkembangan mental atau tekanan jiwa atau timbulnya kelainan ataupun gangguan jiwa
3.   Fungsi memperbaiki atau menyembuhkan (kuratif), bila terjadi penyimpangan atau kesulitan yang sudah berakar, membantu mencari akar dari pada penyimpangan kenakalan, gangguannya, supaya dapat disembuhakan dan tercapai taraf kehidupan yang normal
4.     Fungsi memelihara (preservatif), apabila siswa sudah mencapai perkembangan yang baik (emosi dan kepribadiannya), agar menjadi tetap baik dan merupakan suatu kesatuan kepribadian yang kuat.
D.    Jenis – Jenis Bimbingan dan Konseling
Dalam rangka pencapaian tujuan Bimbingan dan Konseling di sekolah, terdapat beberapa jenis – jenis bimbingan dan konseling, diantaranya:
1.      Bimbingan pengajaran (intructional guidance)
Jenis bimbingan ini memberikan bantuan dalam memecahkan masalah-masalahyang berhubungan dengan belajar mengajar siswa di sekolah maupun diluar sekolah
2.      Bimbingan pendidikan (educational guidance)
bimbingan ini bertujuan membantu siswa dalam memecahkan kesulitan-kesuitan khusus dalam bidang pendidikan
3.      Bimbingan jabatan/karir (vocational guidance)
tujuan bimbingan ini adalah membantu siswa dalam mengatasi dan memecahkan kesulitan yang berhubungan dengan pemilihan jabatan/pekerjaan/karir 
4.       Bimbingan sosial (social guidance)
bimbingan sosial bertujuan membantu siswa dalam mengatasi kesulitan-kesulitan dalam tugas sosialnya, sehingga ia mampu mengadakan hubungan sosial dengan lancar dan baik
5.       Bimbingan masalah pribadi
bimbingan masalah pribadi bertujuan untuk membantu siswa mengatasi masalah pribadi, sebagai akibat dari kurangmampunya siswa untuk mengadakan penyesuaian diri dengan aspek-aspek perkembangan, keluarga, pergaulan, belajar, cita-cita, konflik pribadi, sosial, seks, agama, finansial, dll.
6.      Bimbingan dalam menggunakan waktu luang/senggang
tujuan yang diharapkan dari bimbingan ini adalah membantu siswa dalam mengisi atau memanfaatkan waktu senggang, bimbingan ini biasanya dilakukan secara individual, karena setiap siswa mempunyai bakat dan ciri-ciri kelemahan dan kelebihan yang berbeda-beda.
E.     Peranan bimbingan dan konseling dalam pembelajaran siswa
Salah satu problem yang dihadapi siswa di sekolah adalah kesulitan belajar. Ciri yang tampak seperti nilai jelek, hasil tidak sesuai dengan usaha, sikap yang kurang baik; menentang, berdusta dan tingkah laku lain seperti membolos. Siswa kadang tidak mengetahui bahwa ia bermasalah.  Dalam keadaan seperti ini hal yang diperlukan siswa yaitu :
  1. Bimbingan belajar
     Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar baik di sekolah maupun diluar sekolah. Bimbingan ini antara lain meliputi :
      Cara belajar, baik belajar secara kelompok maupun individual
      Cara bagaimana merencanakan waktu dan kegiatan belajar
      Efisiensi dalam menggunakan buku-buku pelajaran
      Cara mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaian dengan mata pelajaran tertentu
      Cara, proses, dan prosedur tentang mengikuti pelajaran
2. Bimbingan sosial
     Bimbingan sosial ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan masalah sosial, sehingga terciptalah suasana belajar-mengajar yang kondusif. Menurut Abu Ahmadi (1977) bimbingan sosial ini dimaksudkan untuk :
      Memperoleh kelompok belajar dan bermain yang sesuai
      Membantu memperoleh persahabatan yang sesuai
      Membantu mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu
3. Bimbingan dalam mengatasi masalah-masalah pribadi
     bimbingan ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi, yang dapat mengganggu kegiatan belajarnya. Siswa yang mempunyai masalah dan belum dapat diatasi /dipecahkan, akan cenderung terganggu konsentrasinya dalam belajarnya, dan akibatnya prestasi belajar yang dicapainya rendah.
F.     Asas – Asas Bimbingan dan Konseling
a.      Asas kerahasiaan
Asas BK yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru BK/Konselor berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiannya benar-benar terjamin. Contoh: konseli memiliki masalah telah diperkosa, rahasia ini harus dijaga oleh konselor dan tidak boleh sampai bocor.
b.      asas kesukarelaan
 Asas BK yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalankan layanan/kegiatan yang diperuntukkan baginya. Dalam hal ini guru BK/Konselor berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan seperti itu. Contoh: konseli sakit hati karena dikirim oleh waka kesiswaan ke bk, dalam hal ini konseli masih dalam keadaan terpaksa, dan sebisa mungkin sebelum proses konseling konseli ini harus sukarela dulu mau di konseling, ridak boleh terpaksa. Konselornya pun harus sukarela.
c.       asas keterbukaan
Asas BK yang menghendaki agar peserta didik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini guru BK/Konselor berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (Konseli). Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan. Agar peserta didik dapat terbuka, guru BK/Konselor terlebih dahulu harus bersikap terbukadan tidak berpura-pura.  contoh: konseli yang punya masalah teraniaya harus jujur mengatakan bahwa dia teraniaya tidak berbohong mengalami masalah lain
d.      Asas kegiatan
Asas BK yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan/kegiatan BK. Dalam hal ini guru BK perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiaplayanan/kegiatan BK yang diperuntukkan baginya. Contoh: konseli  aktif menjawab pertanyaan dari konselor, melaksanakan konseling dengan aktif, dan konseli melaksanakan hasil konseling
e.       Asas kekiknian
Asas bimbinga menghendaki agar obyek sasaran layanan BK ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. Layanan yang berkenaan dengan masa depan atau kondisi masa lampau dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang dapat diperbuat sekarang. Contoh: misal konseli saat ini mengalami masalah kesulitan belajar, ya masalah konseli sekaranglah yang dibadas(kesulitan belajar) bukan menyelesaikan masalah konseli yang telah lampau.
f.       Asas kedinamisan
Asas BK yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuaidengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Contoh: konseli  yang mengalami masalah sering tidut saat pelajaran, setelah proses konseling, konseli dapat berubah kearah yang lebih baik. (tidak lagi tidur di kelas)
g.      asas keterpaduan
Asas BK yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan BK, baik yang dilakukan oleh guru BK/Konselor maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis dan terpadukan. Untuk inikerjasama antara guru BK dan pihakpihak yang berperanan dalam  penyelenggaraan pelayanan BK perlu terus dikembangkan. Koordinasi segenap layanan/kegiatan BK itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Contoh:  memadukan lingkungan, keluarga, pergaulan konseli dengan masalah konseli.
h.      Asas kenormatifan
Asas BK yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan BK didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang ada, yaitu norma-norma agama, hukum dan peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku. Layanan dan kegiatan BK harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami, menghayati, dan mengamalkan norma-norma tersebut. Contoh: jika dilingkungan konseli tidak melarang berboncengan dengan lawan jenis, maka pelayanan bimbingan konseling tidak boleh melarang hal itu.
i.        Asas keahlian
Asas BK yang menghendaki agar layanan dan kegiatan BK diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Keprofesionalan guru BK harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis layanan dan kegiatan BK. Contoh: konselor adalah konselor ahli(lulusan s1, s2, s3 bimbingan konseling)
j.        Asas alih tangan
Asas BK yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan BK secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Guru BK/Konselor dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua, guru-guru lain, atau ahli lain, selain juga dapat mengalihtanagankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan ahli-ahli lain. Contoh: seseorang yang mengalami masalah kriminal, ya diserahkan ke kepolisian tidak dibina oleh konselor lagi.
k.      Asas tut wuri handayani
Asas BK yang menghendaki agar pelayanan BK secara keseluruhan dapat menciptakan suasana yang mengayomi (memberikan rasa aman), mengembangkan keteladanan, memberikan rangsangan dan dorongan serta kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik (konseli) untuk maju. Segenap asas perlu diselenggarakan secara terpadu dan tepat waktu yang satu tidak perlu didahulukan atau dikemudiankan dari yang lain. Contoh: konselor dimata pihak sekolah adalah contoh teladan yang baik, yang bisa ditiru oleh siswa.
G.    Posisi Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Bimbingan konseling diposisikan secara tegas untuk mewujudkan prinsip keseimbangan, adapun posisi bimbingan dan konseling di sekolah adalah :
ü  Lembaga ini menjadi tempat yang aman bagi setiap siswa untuk datang membuka diri tanpa rasa khawatir akan privacynya.
ü  Lembaga ini menjadi tempat setiap persoalan diadukan, setiap problem di bantu untuk di uraikan, bahkan orang tua siswa pun dapat mengambil manfaatnnya dari pelayanan bimbingan konseling
H.    Peran Kepala Sekolah, Guru, Wali Kelas dalam Peningkatan Peranan Bimbingan Konseling
Keberhasilan penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah, tidak lepas dari pelayanan berbagai pihak di sekolah. Selain guru BK sebagai pelaksana layanan bimbingan konseling, penyelenggaraan bimbingan konselinhg juga perlu melibatkan kepala sekolah, guru mata pelajaran, walikelas.
1.      Kepala sekolah
Kepala sekolah selaku penanggung jawab seluruh penyelenggaraan pendidukan sekolah memegang peranan strategis dalam mengembangkan peran bimbingan konseling di sekolah. Tugas autu peran kepala sekolah dalam hal ini :
ü  Mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan yang berlangsung di sekolah sehingga pelayanan pengajaran, latihan, bimbingan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis dan dinamis.
ü  Menyediakan prasarana, tenaga dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya Lmelakukan pengawasan dan pembinaan terahdap perencanaan dan pelaksanaan program penilaian dan tindak lanjut pelayanan bimbingan konseling.
ü  Mempertanggung jawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling di sekolah.
ü  Memfasilitasi guru BK untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya melalui berbagai kegiatan pengembangan profesi.
ü  Menyediakan fasilitas, kesemptan, dan dukungan dalam kepengawasan yang dilakukan oleh pengawas sekolah di bidang bimbingan konseling.
2.       Peran guru mata pelajaran
Di sekolah tugas dan tanggung jawab guru yang utama adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. Walaupun demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas denagn kegiatan pelayanan bimbingan konseling di sekolah. Peran dan kontribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan bimbingan konseling. Sehingga peran guru mapel di sini, meliputi:
ü  Membantu memasarkan pelayanan bimbingan konseling kepada siswa
ü  Membantu guru BK mengidentifikasikan siswa-siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan konseling.
ü  Mengalih tangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan konseling kepada guru BK.
ü  Menerima siswa alih tangan yang memerlukan pelayanan pengajaran atau latihan khusus
ü  Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru dengan murid, murid dengan murid yang menunjang pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling.
ü  Memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa yang memerlukan layanan untuk mengikuti layanan atau kegiatan yang di maksud.
ü  Berpartisipasikhusus dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa seperti konferensi kasus.
ü  Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling serta upaya tindak lanjutnya.
3.       Peran wali kelas
Sebagai pengelola kelas tertentu, dalam pelayanan bimbingan konnseling, wali kelas berperan:
ü  Membantu guru BK melaksanakan tugas-tugasnya khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya.
ü  Membantu guru mapel melaksanakan peranya dalam pelaksanaan bimbingan konseling khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya.
ü  Membantu untuk memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa di kelasnya untuk mengikuti layanan bimbingan konseling.
ü  Berpartisipasi aktiv dalam kegiatan khusus bimbingan koonseling.
ü  Mengalih tangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan konseling pada guru BK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.