Arti Dibalik Kode dan Jenis Pensil – ARSBLOG.ID
Sun. Sep 19th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

Arti Dibalik Kode dan Jenis Pensil

3 min read
macam-macam pensil
Hai para pengunjung setia ARS Blog, Bagaimana Kabarnya? Oh iya apakah kalian pernah menggunakan pensil 2B? atau HB? atau yang lainnya? pasti pernah kan sobat. pensil-pensil ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita, bahkan pensil 2B kan pensil yang kita gunakan untuk ujian, baik ujian nasional, maupun ujian masuk perguruan tinggi. Tapi, apakah kita pernah berfikir kenapa harus 2B? dan apa arti 2B itu?

Nah saya mau kasih sedikit informasi nih buat para pengunjung setia ARS Blog yang mungkin belum mengetahuinya. Jadi gini, makin besar angka di depan huruf B, maka akan semakin tinggi tingkat kehitaman atau ketebalan pensilnya, tapi hanya sebagian dari kita saja yang tahu dan paham akan kepanjangan huruf-huruf itu. Beberapa mungkin tau kalau kode itu merupakan tanda tingkat kehitaman pensil. tapi beberapa juga menghiraukan tanda itu.

kita ulas sedikit tentang bahan penyusun pensil itu, unsur utama pensil adalah percampuran antara grafit dan tanah liat dimana percampuran ini disesuaikan dengan ragam rasio antara keduanya yang nantinya akan menghasilkan pensil yang berbeda. Apabila tanah liat dikurangi maka grafit akan mendominasi volume yang ada sehingga hasilnya akan semakin hitam, nah begitupun sebaliknya, apabila tanah liatnya yang terlalu banyak maka hasilnya akan memudar (tidak terlalu hitam) akan tetapi batangnya akan menjadi lebih keras.

Apabila terlalu banyak grafit yang digunakan sebagai bahan pembuatan pensil, maka batang pensil akan sangat lembut sekali tetapi juga lebih cepat aus atau lebih cepat tumpul. berbeda dengan pensil dengan bahan penyusunnya tanah liat yang lebih banyak, bila menggunakan pensil yang terlalu sedikit grafit maka untuk menghitamkannya perlu beberapa kali goresan yang tentu juga akan mengauskan kertas atau bahkan akan membuat kertas menjadi robek. Komposisi tersebut bisa kita ketahui dengan mudah, karena pasti tercetak / tertulis jelas pada batang pensil. Biasanya unsurnya adalah 3 huruf yaitu H, F dan B.

kode “H” berarti Hardness (yaitu tingkat kekerasan, skalanya antara H, 1H sampai 9H, semakin tinggi angkanya berarti semakin keras). “F” berarti Fine (digunakan untuk menulis dan tanpa skala). “B” berarti Blackness ( dengan tingkat kehitaman mulai dari B, 1B, 9B bahkan 9XXB).
 

Misalkan:
1. HB berarti lebih keras dan lebih hitam dari F
2. 2B lebih hitam dan tidak keras.
3. HHBBB berarti lebih keras 2 kali lipat dan sangat amat hitam. nah kalau HHBBB saja sudah sangat hitam bagaimana dengan 9B??????
Pengkodean tersebut digunakan semata adalah mengikuti cara Inggris yang de facto lebih dianut sebagai kode internasional, sedangkan Amerika membuat pengkodean sendiri yang terbatas pada penggunaan yang paling umum yaitu #1 (B), #2 (HB), #2½ (F), #3 (H) dan #4 (2H).

Ada satu hal yang menarik dalam pengkodean pensil tersebut bahwa ternyata sebenarnya “tidak ada standar internasional penentuan kadar grafit dan tanah liat bagi setiap produsen pensil” jadi kehitaman pensil 2B pada pensil merk “A” bisa berbeda dengan 2B pada pensil merk “B”.

jadi kalau sobat membeli pensil 2B dengan jenis yang sama yaitu “2B” namun ketika dicoba ternyata berbeda ketebalannya dengan merk lain dengan kode yang sama, sobat jangan dulu bilang itu palsu, itu memang asli 2B namun standar yang digunakan berbeda karena kan memang tidak ada stendar yang resmi mengenai komposisi dari pensil 2B tersebut.
nah itulah makna dibalik kode pensil tersebut, semoga bisa menambah wawasan kita ya sobat ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.