Sejarah di balik Nama KRI USMAN HARUN – ARSBLOG.ID
Sat. Apr 17th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

Sejarah di balik Nama KRI USMAN HARUN

5 min read
akhir-akhir ini bangsa Indonesia sedang diributkan kembali dengan adanya “gesekan” dengan negara tetangga. seperti yang kita ketahui bahwa beberapa waktu yang lalu Indonesia sempat mengalami gesekan pula dengan negara tetangga lainnya yaitu Australia yang berlandaskan isu penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia terhadap presiden Indonesia serta beberapa pejabat negara lainnya ditambah dengan masalah pencari suaka, dan kali ini Indonesia mendapat gesekkan dari Singapura atas kebijakan panglima TNI yang memberikan nama kapal perang terbaru Indonesia dengan nama KRI USMAN HARUN.
sebagian dari kita mungkin akan bertanya, apa yang salah dengan nama itu? ada masalah apa dibalik nama Usman Harun? mengapa sampai warga Singapura melakukan protes dan memberikan respon yang keras dengan nama itu? 
Seperti yang sedang ramai diberitakan di berbagai media Indonesia bahkan media Asia bahwa Singapura saat ini sedang melayangkan protes keras kepada pemerintah Indonesia terkait penamaan Usman Harun untuk kapal perang terbaru Indonesia. Nama itu sebenarnya merupakan nama yang berasal dari gabungan Sersan Usman Mohamed Ali dan Kopral Harun Said, mereka adalah dua anggota satuan elite Korps Komando Operasi (KKO), yang kemudian menjadi cikal bakal Marinir. Lantas ada apa dengan mereka? mengapa penggunaan nama mereka menjadi buah bibir yang sangat hangat?
usman harun
Foto Usman-Harun
Jadi begini teman-teman, pada periode tahun 1960an saat itu pemerintahan Soekarno memang sedang gerah-gerahnya dengan pembentukan Negara Malaysia, kemudian Singapura yang tidak lain merupakan anggota dari persemakmuran Inggris ini juga dianggap sebagai pangkalan Blok Barat yang akan memberikan ancaman terhadap kedaulatan Republik Indonesia. Kemudian sejak saat itulah, Presiden Soekarno mulai gencar-gencarnya mengirimkan orang-orang yang ditugaskan untuk menyabotase keadaan yang ada di Singapura dan Malaysia tersebut.
Singkat cerita pada tanggal 10 Maret 1965, dua orang anggota KKO yaitu Usman dan Harun ditugaskan untuk melakukan pengeboman yang dipusatkan pada pusat keramaian di Jalan Orchard, Singapura. Mereka berdua berhasil menyusup ke Mac Donald House yang kemudian berhasil pula untuk meledakkan bom waktu yang terletak di pusat perkantoran yang pada saat itu digunakan oleh Hongkong and Shanghai Bank.
bom
Ledakan dari bom yang sangat dahsyat itu akhirnya mampu menghancurkan gedung tersebut dan beberapa gedung-gedung yang terletak di sekitarnya. Pada peristiwa inilah mengakibatkan tiga orang tewas, sedangkan 33 orang lainnya terluka parah ditambah beberapa mobil yang terparkir atau yang terletak di sekitar Jalan Orchard pun hancur berantakan. Nah, setelah menyelesaikan misinya, Usman dan Harun kemudian berusaha untuk bisa keluar dari wilayah Singapura. Mereka berdua berusaha dengan keras untuk mampu menumpang kapal-kapal dagang yang akan meninggalkan wilayah Singapura, namun sayangnya mereka tidak berhasil melarikan diri untuk kembali ke Indonesia. hal ini tak lain karena usaha yang dilakukan pemerintah Singapura sangat besar sekali, mereka telah mengerahkan seluruh armadanya untuk memblokade semua jalur akses dari dan ke Selat Malaka, dengan kondisi yang demikian sudah pasti hampir tidak ada sedikitpun kesempatan untuk bisa kabur melarikan diri ke wilayah Indonesia kembali.
Usman dan Harun pada saat itu tak kehilangan akal, mereka kemudian berhasil mengambil alih kapal motor yang kemudian mereka manfaatkan untuk melarikan diri masuk kembali ke wilayah kedaulatan Republik Indonesia, namun entah mengapa mereka berdua memiliki nasib yang sangat malang, ketika di tengah laut kapal motor yang mereka gunakan tersebut mogok, dengan blokade ketat dari armada Singapura membuat mereka tidak bisa lagi melarikan diri dan mereka pun akhirnya ditangkap oleh petugas patroli Singapura.
Keduanya pun kemudian dijebloskan ke dalam penjara Singapura. Hakim kemudian memberikan mereka dengan hukuman yang sangat berat yaitu hukuman gantung atas kasus pembunuhan, penggunaan bahan peledak, dan melakukan tindakan terorisme. Pemerintah Indonesia pada saat itu tidak tinggal diam, pemerintah Indonesia pada saat itu mencoba melakukan banding dan melobi serta mengupayakan semua bantuan hukum dan diplomasi agar Usman dan Harun tidak mendapat hukuman gantung tersebut. Semua upaya itu akhirnya menemui jalan buntu karena ditolak Singapura.

kita singkat saja ceritanya, suatu pagi kuarang lebih selepas subuh pada tanggal 17 Oktober 1968, keduanya dikeluarkan dari sel mereka. Dengan tangan dalam kondisi terborgol, dua prajurit itu kemudian dibawa untuk menuju tiang gantungan yang tak lain adalah tiang tempat dipertaruhkannya hidup mereka, dan tepat pukul 06.00 waktu setempat, keduanya gugur di tiang gantung tersebut. 

usman harun
Suasana Ketika Kedua Jenazah Tiba di Indonesia
Melihat perjuangan dua prajurit tersebut akhirnya Presiden Soeharto pun langsung memberikan keduanya gelar kepahlawanan nasional. Sebuah pesawat Hercules diterbangkan untuk menjemput jenazah keduanya di Singapura. Pangkat mereka puun dinaikkan satu tingkat secara anumerta berkat perjuangan dan pengorbanan mereka. Mereka juga mendapat bintang sakti, sebuah penghargaan paling tinggi yang ada di republik ini. kemudian Setelah tiba di Jakarta, hampir satu juta orang mengiringi jenazah mereka dari Kemayoran, Markas Hankam, hingga Taman Makam Pahlawan Kalibata.

”Jika diperintah, KKO siap merebut Singapura,” ujar Komandan KKO waktu itu Mayjen Mukiyat geram di dekat jenazah anak buahnya. Pemerintah menghormati jasa dua prajurit tersebut. Berdasar SK Presiden RI No.050/TK/Tahun 1968, Tanggal 17 Oktober 1968 , Sersan Usman Mohamed Ali dan Kopral Harun Said ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Keduanya dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

Sekarang, sudah hampir 46 tahun telah berlalu, dan sebagian besar rakyat Indonesia pun sudah mengubur dalam-dalam kemarahannya atas Singapura dan seakan sudah memaafkan segala pihak yang telah melakukan itu. Namun, sayangnya hal yang sama tidak terjadi di Singapura. Negara yang oleh Presiden Habibie saat itu disebut dengan nama The Little Dot Red itu menilai bahwa penggunaan nama Usman Harus sebagai kapal perang RI (KRI) itu justru malah akan melukai perasaan rakyat Singapura, terutama para keluarga korban peristiwa pengeboman tersebut. Untuk menunjukkan keseriusannya, pemerintah Singapura melayangkan surat protes resmi kepada pemerintah Indonesia.
Namun, menurut panglima TNI saat ini Jendral Moeldoko, pemberian nama KRI itu memiliki tradisi yang didekatkan dengan sejarah, menurut beliau Usman dan Harun bukan merupakan teroris ttapi mereka adalah aktor negara bukan non-state. Namun Singapura saat ini sangat berlebihan sekali, mereka terkesan seperti anak kecil yang sedang ngambek. hal ini dapat dilihat dari adanya pembatalan undangan bilateral pertahanan dengan Indonesia secara sepihak pada tanggal 9 Februari 2014 kemarin.
Pembatalan sepihak juga dilakukan terhadap undangan untuk Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Panglima TNI beserta para kepala staf angkatan juga tidak jadi hadir di Singapura. Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga katanya telah memastkan akanmelakukan pembatalan kunjungannya ke Singapura pada 11-12 Februari 2014. seperti yang saya tahu dari media,bahwa Bapak Jendral Moeldoko akan pergi ke Negeri Singa itu untuk menghadiri Singapore Airshow 2014 dan memberikan kuliah umum di salah satu universitas di sana.

Pembatalan itu menurutnya sikap resmi Panglima TNI atas penolakan Singapura terhadap penamaan KRI Usman-Harun, sekaligus pembatalan undangan kepada Wamenhan dan sejumlah perwira TNI oleh Singapura. Untuk apa Singapura harus berlebihan dalam menanggapi pemberian nama KRI terbaru milik Indonesia ini, kalau seperti ini Singapura terkesan sebagi negara yang kekanak-kanakan walaupun mereka merupakan negara yang maju. Pemberian nama KRI merupakan kebijakan TNI dan tidak dapat diganggu gugat, tidak perlu harus bereaksi seperi itu.

Nah, itulah yang saya ketahui kenapa masalah nama KRI Usman Harun ini menuai banyak kontroversi antara dua belah pihak yaitu Indonesia dan Singapura. Semoga ada kedewasaan dari kedua belah pihak untuk saling mengerti dan tidak membuat masalah ini menjadi lebih dalamdan lebih jauh lagi. Kalau ada hal yang kurang tepat dari pemahaman saya diatas silahkan berikan koreksi dengan berkomentar di kolom komentar. semoga artikel yang saya buat ini bisa bermanfaat dan memberikan wawsan yang lebih luas lagi tentang sejarah bangsa kita. ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.