Contoh Laporan Field Trip Biologi – ARSBLOG.ID
Sat. Apr 17th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

Contoh Laporan Field Trip Biologi

14 min read
Pada kesempatan kali ini saya hanya ingin membagi tentang contoh laporan hasil studi wisata atau laporan field trip, atau makalah hasil perjalanan dan lain sebagainya. Semoga contoh ini dapat bermanfaat untuk kita semua, mohon maaf kalau kurang pas ^_^

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kepada Tuhan Yang Mahaesa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan studi wisata yang berjudul Chordata Penghuni Sea World Jakarta.Laporan ini berisikan hasil observasi kami mengenai filum Chordatayang ada di Sea World Jakarta.
Dalam pembuatan laporan studi wisata ini, kami banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua  pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan laporan ini.
Penyusunan laporan ini belum mencapai tingkat kesempurnaan baik materi maupun teknik penulisan.Oleh karena itu, kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk kesempurnaan laporan ini.Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca guna memberikan kita semua pengetahuan mengenai kayanya dunia laut khususnya filum Chordata yang ada di Sea World Jakarta.
Jakarta,  Mei 2013
                       
Tim Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Laut merupakan suatu ekosistem yang kaya dengan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan manusia.Sebagaimana diketahui bahwa 70% permukaan bumi ditutup oleh perairan/lautan dan lebih dari 90% kehidupan biomassa di planet bumi hidup di laut.Oleh karena itu lautan merupakan bagian penting dari kelangsungan hidup manusia (Sudrajad, 2006).
Sebagian besar wilayah Republik Indonesia terdiri dari perairan laut yang letaknya sangat strategis. Perairan laut Indonesia selain dimanfaatkan sebagai sarana perhubungan lokal maupun internasional, juga memiliki sumber daya laut yang sangat kaya dan penting antara lain sumber daya perikanan, terumbu karang, mangrove, bahan tambang, dan daerah pesisirnya dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata yang menarik.
Di dalam laut itu sendiri terdapat banyak sekali kehidupan berbagai macam makhluk hidup baik kingdom animalia maupun yang lainnya.Kekayaan yang dimiliki oleh laut tersebut membuat Indonesia sebagai Negara dengan luas wilayahnya lebih banyak dalam bentuk lautan mendirikian sebuah tempat rekreasi sekaligus penagkaran dan pemeliharaan beberapa spesies penghuni laut tersebut.
Di dalam Sea World terdapat lebih dari seratus spesies ikan dan hewan laut lainnya dari berbagai filum.Hal ini yang membuat tempat ini menjadi suatu alternative dalam melakukan observasi mengenai dunia laut.
1.2  Pembatasan Masalah
Untuk menghindari pembahasan yang melebar dari topic diatas maka kami akan membatasi masalah hanya tentang observasi mengenai filum chordatayang ada di aquarium Sea World Jakarta seperti ikan arapaima, ikan piranha, ikan paus albino, ikan patin, ikan bawal, dan ikan lele.
      1.3  Tujuan dan Maksud
      Adapun tujuan dari observasi ini adalah 
a.       Untuk mengtahui pengertianmengnai filum chordata;
b.      Untuk mengetahui spesies ikan yang termasuk kedalam filum chordata yang ada dalam koleksi aquarium Sea World Jakarta; 
c.       Untuk mengetahui karakteristik , kehidupan, dan perkembangan dari tiap-tiap spesies hewan yang termasuk filum chordata yang ada di Sea World;

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Filum Chordata adalah kelompok hewan, termasuk vertebrata dan beberapa binatang yang mirip invertebratayang memiliki ciri-ciri yang serupa. Semua anggota kelompok ini, pada suatu saat dalam kehidupan mereka, memiliki notokorda, tali saraf dorsal berongga, celah faring(pharyngeal slits), endostyle, dan ekorberotot yang melewati anus. Vertebratamerupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang.Dalam sistem klasifikasi, vertebratamerupakan subfilum dari filumChordata. Chordata terbagi menjadi empat subfilum: Vertebrata, Urochordata, Cephalochordata, dan Hemichordata. Urochordatadan Cephalochordata tergolong invertebrata.
Chordata meliputi hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
  • Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak.
  • Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
  • Memiliki celah faring
Semua hewan yang tergolong vertebrata memiliki rangkaian tulang kecil (vertebra) yang memanjang pada bagian dorsal dari kepala hingga ekor.Rangkaian vertebra yang disebut tulang punggung ini membentuk sumbu kerangka menggantikan notokord.Tulang punggung berfungsi sebagai penyokong tubuh serta melindungi tali saraf.
Filum ini dibedakan atas tiga sub filum (anak filum), yaitu :
1.      subfilum cephalochordata
Yang termasuk subfilum ini misalnya : Amphioxus. Amphioxus berbentuk seperti ikan. Korda dorsalisnya tidak mengalami perubahan selama hidupnya.
Pada dinding farinks terdapat celah insang. Meskipun dapat berenang, ia lebih senang membenamkan diri di pasir. Makanannya berupa partikel makanan mikroskopis yang terdapat di air laut. Habitat hewan ini di pantai.
2.      subfilum tunicata
Hewan yang termasuk subfilum ini bertempat tinggal di laut. Merupakan hewan yang hidup secara melekat. Makanan diperoleh dari aliran air yang masuk melalui mulut ke celah insang. Diberi nama Tunicata karena tubuhnya diselubungi oleh cangkang yang tersusun dari tunika. Tunika tersusun dari selulose. Selulosa biasanya terdapat pada tumbuhan atau protista tertentu. Yang dapat memberi petunjuk hewan ini kordata yaitu adanya celah insang. Pada tingkat dewasa hewan ini tidak mempunyai korda dorsalis dan sistem saraf. Seperti  hewan melekat yang lain , tunicata menghasilkan larva yang berenang, sehingga dapat mencari lokasi baru. Ciri kalau larva termasuk kordata yaitu mempunyai korda dorsalis dan sistem saraf yang terdapat pada bagian dorsal tubuh. Larva akhirnya melekat pada substrat dan berkembang menjadi bentuk dewasa yang kehilangan sifat-sifat kordatanya.
Sampai saat ini banyak biologiawan yang berpendapat adanya subfilum lain, yaitu Hemichordata. Hewan yang termasuk subfilum ini berbentuk seperti cacing, habitatnya di laut. Dimasukkan kedalam golongan kordata karena mempunyai celah insang, saraf punggung (meskipunjuga saraf perut), dan organ yang dianggap korda dorsalis yang rudimenter tersebut tidak homolog dengan korda dorsalis kordata, karena itu hewan ini dimasukkan kedalam filum sendiri, yaitu filum Hemichordata. Ditinjau dari sejarah evolusi, hemikordata memiliki ciri yang menyerupai kordata dan ekinodermata.
3.      subfilum vertebrata
filum Chordata merupakan salah satu dari tiga filum hewan yang terbanyak anggota jenis hewannya saat ini. Keadaan ini disebabkan oleh adanya filum vertebrata. Kebanyakan hewan yang kita kenal termasuk di dalam subfilum ini, misalnya : ikan, katak, ular, burung , dan mamalia
ciri khas vertebrata yaitu :
a.   Pada tingkat dewasa, korda dorsalisnya diganti oleh tulang punggung (kolumna vertebralis) yang tersusun dari tulang biasa. Di sebelah dorsal tulang punggung terdapat tulang sumsung punggung.
b.   Otak terdapat pada bagian anterior sumsum punggung. Otak dilindungi oleh tulang tengkorak. Subfilum ini dibagi atas dua superklas (induk kelas), yaitu Superklas Pisces dan Superklas Tetrapoda
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1       Observasi
Menurut James A.Block menyatakan bahwa Metodologi Observasi adalah suatu cara untuk mengumpulkan data-data melalui pengamatan.
3.2       Studi Pustaka
Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain.
3.3       Waktu dan Tempat Penelitian
Hari, Tanggal        : Selasa, 14 Mei 2013
Waktu                   : 11.00-14.00 WIB
Tempat                  : Sea World Jakarta Indonesia
BAB IV
PEMBAHASAN
 
4.1       Ikan Arapaima
Arapaima, pirarucu, atau paiche (Arapaima gigas) adalah jenis ikan air tawarterbesar di dunia yang berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan.Ikan Arapaima dapat tumbuh maksimal sepanjang 3 meter dan berat 200 kilogram.Ikan raksasa ini merupakan hewan warisan jaman purba yang tidak mengalami evolusi dan belum punah.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Actinopterygii
Ordo:
Osteoglossiformes
Famili:
Osteoglossidae
Upafamili:
Heterotidinae
Genus:
Arapaima
Spesies:
A. gigas
Nama binomial
Arapaima gigas
(Cuvier, 1829)
Sumber data : Wikipedia
Ikan ini memiliki ketergantungan yangmendasar padaudara permukaanuntuk bernapas. Selaininsang, memilikikandung kemihberenangdimodifikasidandiperbesar, terdiri dariparuseperti jaringan, yang memungkinkan untukmengekstrakoksigen dariudara. Ini merupakanadaptasi terhadapkondisi seringhipoksiadaridataranAmazon. Kondisi ini membuat Arapaimanaik ke permukaanuntuk mengambil udarasetiap 5sampai 15 menit.
Banjir musiman Amazon telah menjadi bagian dari siklus reproduksi arapaima.Arapaima ini bertelur selama bulan-bulan ketika tingkat air rendah atau mulai meningkat. Mereka membangun sarang sekitar 50 cm dan lebar 15 cm, biasanya di daerah dipercaya berlumpur. Ketika air naik menetas telur dan keturunannya memiliki musim banjir untuk makmur, selama bulan Mei hingga Agustus. Oleh karena itu, pemijahan tahunan diatur musiman. Jantan Arapaima adalah mouthbrooder, seperti biasanya Osteoglossum, yang berarti Arapaiman muda dilindungi dalam mulutnya sampai mereka bisa mencari makan sendiri. Sedangkan betinanya membantu melindungi sang jantan dan anak-anaknya dengan melingkari mereka dan mengusir predator potensial.Arapaima betina membantu melindungi arapaima jantan dan anak-anaknya dengan mengitari mereka dan menghalangi predator yang berpotensi memangsa anak-anaknya.Arapaima bisa hidup sampai 20 tahun.
Berbicara tentang Anatomi ikan Arapaima ini maka akan sepintas apabila dilihat dari samping, ikan ini memiliki bentuk tubuh yang mirip ikan arwana. Arapaima memang satu keluarga (famili) dengan ikan arwana yaitu famili Osteoglossidae.Namun penampang tubuh ikan arapaima lebih bulat sedangkan ikan arwana penampang tubuhnya pipih.Kepala arapaima lebih lancip jika dilihat dari samping dan lebih ceper. Ikan arapaima dewasa bisa mencapai panjang 4,5 meter, dengan berat sampai dengan 200 kg.
Karena bentuknya yang unik (mirip ikan arwana) dan ukurannya yang luar biasa besar, ikan ini sekarang menjadi ikan hias yang banyak diminati para hobiis ikan hias sebagai hewan peliharaan.
Habitat ikan arapaima berasal lembah sungai Amazon dan danau-danau serta rawa-rawa di dekatnya di Amerika Selatan.Terbatasnya distribusi ikan ini karena adanya jeram besar atau air terjun yang tidak bisa dilewatinya.Arapaima termasuk ikan yang bernapas dengan mengambil udara langsug dari udara atmosfer.Oleh karena itu, ikan ini harus muncul ke permukaan air setiap 5 – 20 menit sekali untuk menghirup udara, tergantung pada ukurannya.Ikan arapaima muda, biasanya muncul dipermukaan setiap 5 menit sekali, sedangkan ikan dewasa muncul setiap 15 – 20 menit sekali.Meskipun arapaima menyelam di bawah air selama beberapa menit, ikan ini cenderung untuk tetap dekat permukaan air, dimana mereka berburu dan sering menghirup udara yang menimbulkan suara khas seperti suara batuk.
Arapaima adalah hewan karnivora. Karnivora adalah hewan pemakan hewan lain. Arapaima adalah predator yang berada di puncak rantai makanan di habitatnya.Ikan ini memakan ikan-ikan kecil, krustasea (seperti udang, kepiting, lobster), dan hewan-hewan darat di sekitar sungai yang bisa diburu terutama burung.
Meskipun jumlahnya semakin berkurang di alam, statusnya tidak sedang terancam punah sehingga ikan ini bukan termasuk spesies hewan yang dilindungi.
Kecenderungan arapaima untuk berada dekat permukaan air membuatnya rentan terhadap predator manusia, yang dengan mudah dapat membidiknya dengan tombak.Beberapa komunitas penduduk setempat mengkonsumsi daging dan lidah arapaima dan mengumpulkan sisiknya, yang dibentuk menjadi perhiasan unik dan barang-barang lainnya
4.1       Ikan Piranha
Ikan Piranha adalah ikan yang paling ganas di dunia. Berbeda dengan ikan tangguh lain seperti ikan barakuda dan hiu yang menyerang sesuatu yg lebih kecil dari tubuhnya. Darah membuat mereka sangat agresif sehingga akan menyerang setiap orang atau hewan terluka.

Mereka akan merobek unggas liar yang terluka; dan menggigit ekor ikan besar saat mereka  kelelahan. Piranha bertubuh ikan, dengan wajah tumpul dan rahang bawah undershot, gigi berbentuk baji seperti ikan hiu, dan otot-otot rahang memiliki kekuatan besar. Kepala dengan moncong pendek, menatap mata ganas, dan menganga, rahang kejam bersenjata, adalah perwujudan dari keganasan, dan tindakan ikan sama persis tampilannya.

Sebuah fosil ikan piranha raksasa ditemukan, jika Anda berpikir ikan piranha sangat menakutkan, Anda akan senang mengetahui megapiranha tidak lagi ada. Pasalnya, piranha purba itu sangat menakutkan.Ikan tersebut mempunyai panjang tiga kaki atau sekitar satu meter.


Jika dibanding dengan piranha modern, megapiranha empat kali lebih besar.Selain itu, megapiranha memiliki tiga gigi yang sangat besar.Diperkirakan piranha ini hidup sekitar 8 juta sampai 10 juta tahun yang lalu.Fosil yang diberi nama megapiranha paranensis ini sebelumnya tidak diketahui sebagai fosil yang menghubungkan evolusi kesenjangan antara ikan pemakan daging dan pemakan tanaman.“Dalam piranha modern, gigi tersebut diatur dalam satu file,” kata Wasila Dahdul, ilmuwan National Evolutionary Synthesis Center, Carolina Utara.Fosil ini menunjukkan pola gigi baris selang-seling.Hal ini menunjukkan bahwa dua baris gigi dikompresi untuk membentuk satu baris dalam piranha.“Ini hampir mirip gigi yang bermigrasi dari kedua baris ke baris pertama,” kata John Lundberg, kurator di Akademi Ilmu Pengetahuan Alam di Philadelphia. Jika analisa ini benar, megapiranha merupakan proses panjang yang menghasilkan piranha dari gigitan khusus.
Pada awalnya fosil megapiranha dikumpulkan di tepi sungai jurang di timur laut Argentina pada awal 1900-an. Namun, fosil tersebut sempat terlupakan hingga paleontologis Alberto Cione dari Museum La Plata Argentina kembali menunjukkan sebuah rahang atas fosil dengan tiga gigi besar yang luar biasa.
Piranha bisa mendapat serangan dari ikan pesut, maupun jenis ikan besar lainnya sehingga mereka berkelompok untuk mencegah agar tidak dimangsa.Saat berkelompok, piranha yang sedang dalam masa reproduksi berada di bagian tengah-tengah sehingga mendapat perlindungan dari piranha di bagian pinggir.”Pada kedalaman air yang lebih rendah, piranha cenderung membentuk kelompok yang lebih kecil karena lebih banyak ruang untuk menyelamatkan diri dan resiko serangan relatif lebih kecil,” tambah Anne Magurran.Akan tetapi lebih ke dalam, ketika aliran air menjadi semacam danau kecil, kelompok piranha membesar sampai 50 ekor karena ancaman pemangsa juga semakin besar.
Piranha adalah sejenis ikan yang istimewa.Apabila dilihat secara visual Ikan piranha mirip dengan ikan bawal yang hidup di air tawar. Piranha memilki ciri-ciri tersendiri, iantaranya mempunyai sifat yang agresif dengan mata yang besar bulat merah, dilengkapi gigi-gigi segitiga yang runcing dan tajam pada ujung-ujung mulutnya yang monyong maju ke depan. Rata-rata ikan ini mempunyai berat antara 600 gram sampai 700 gram, walaupun ada beberapa species di Amerika Selatan ada yang beretnya mencapai 4 kilogram. Seperti pada jenis piranha perut merah dan piranha hitam mata merah yang memiliki tubuh lebih besar dan jenis tersebut sangat berbahaya bagi manusia.
pada musim kawin ikan piranha akan mencari pasangannya dan berkumpul dengan yang lain. beberapa spesies piranha, bermigrasi ke tempat makanan yang baru untuk makan dan berkembang biak. Dalam banyak kasus, benih tumbuhan perlu melewati usus piranha untuk membantunya berkecambah dengan lebih baik.piranha jantan yang berhasil mendapatkan piranha betina akan berpasangan menggunakan giginya dan merapatkan perutnya, lalu memulai perkawinan dengan cara memasukkan alat kelaminnya ke dalam lubang kelamin betina. Perkawinan berlangsung selama kurang lebih 90 detik.piranha adalah ovovivipar di mana telur menetas saat masih berada di dalam tubuh induknya. Seekor piranha betina bisa membawa 2 bayi piranha sekaligus dalam tubuhnya.Periode “kehamilan” piranha sendiri belum diketahui secara pasti, namun kemungkinan bisa berlangsung antara 9-12 bulan.Bayi manta yang baru menetas lalu keluar dari tubuh induknya dengan kondisi tubuh yang besar. Bayi piranha mulai aktif segera setelah ia beranjak besar dan bisa langsung mulai berenang. Seekor bayi piranha yang baru lahir diketahui bisa berukuran panjang 0,5meter dan seberat 0,25 kg. Bayi piranha bisa tumbuh sangat cepat karena dalam waktu satu tahun, besar tubuh mereka sudah mencapai hampir 2 kali lebarnya saat pertama kali lahir.

 

4.1       Ikan Lele
Klasifikasi ikan lele menurut sumber Wikipedia
Lele
Rentang fosil: Pliosen Bawah – Kini
Lele kampung, Clarias batrachus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Actinopterygii
Ordo:
Siluriformes
Famili:
Clariidae
Genus:
Clarias
Scopoli, 1777
Namun pada observasi kami, kami hanya mengamati salah satu dari berbagai macam lele yaitu lele kumis merah atau Redtail Catfsh .Redtail catfish atau Red-tailed Catfish, adalah jenis ikan air tawar.Nama ilmiah dari ikan ini adalah Phractocephalus hemioliopterus.Redtail catfish merupakan salah satu jenis ikan lele yang indah.Separuh bagian badan ikan ini adalah coklat kehitaman, yaitu bagian atas mulai dari kepala sampai ke pangkal ekor.Separuh tubuhnya berwarna putih, yaitu mulai dari bawah mulutnya hingga sampai ke pangkal ekor.Yang menjadi bagian terindah dari ikan ini adalah tentu saja pada ekornya.Ia memiliki ekor berwarna merah cerah. Keunikan lain dari redtail catfish adalah pada bagian kepala hingga ke pangkal sirip punggungnya, dipenuhi oleh corak batik yang indah. secara morfologis, ikan ini sungguh layak dijadikan ikan hias ukuran besar.

Asal Redtail Catfish adalah dari perairan Amerika selatan. Ia banyak ditemukan pada cekungan-cekungan sepanjang sungai Amazon,Orinoco dan juga Essequibo. Selain itu, ikan ini juga banyak ditemukan di danau atau pun sungai di Thailand.Namun ada ciri yang membedakan Redtail catfish asal amerika selatan dengan yang berasal dari Thailand (Asia).Ikan asal Thailand memiliki warna punggung abu-abu terang, lebih terang dari Redtail Catfish asal Amerika Selatan.Nama ilmiah dari Redtail Catfish asal Thailand adalah Hemibagrus wyckioides.
Redtail Catfishlebih banyak menghabiskan waktunya di dasar perairan (termasuk diaquarium). Sejalan dengan usianya yang makin tua dan berbadan besar, ia menjadi kurang aktif bergerak. Bahkan cenderung melakukan aktifitas di malam hari.
Di alam bebas makanan utamanya adalah, ikan ikan yang lebih kecil (bahkan mampu menerkam ikan yang hanya sepertiga lebih kecil dari badannya), kepiting, udang dan krustasea lainnya.Terkadang didapati ikan ini melahap juga buah-buahan hutan yang terjatuh dari pohon. Jika anda telah memeliharanya di aquarium, maka akan lebih bervariasi lagi jenis makanan yang dapat diberikan kepada ikan ini. Udang, pelet ikan, fillet ikan, cacing tanah, cacing darah (biasanya diberikan untuk anakan ikan), bahkan hingga buah-buahan yang lembut.Ikan hidup juga dapat diberikan. Namun sebagian orang berpendapat apa bila kondisi ikan yang diumpankan tidak bersih, ia dapat menjadi pembawa parasit. Misalnya cacing pita.

Ikan yang dapat bertahan hidup hingga 20 tahun ini, terkenal dengan kejinakannya.Anda dapat melatihnya untuk mengambil makanan langsung dari tangan anda.Seiring dengan pertumbuhan ikan, hal ini makin mudah dilakukan.Redtail Catfish adalah ikan tropis, yang artinya ia tidak menyukai kondisi suhu yang ekstrim. Ia menyenangi temperatur 20 hingga 26 derajat Celsius (68 -79 derajat Fahrenheit). Maka jika anda tinggal pada daerah yang tidak berada dalam kisaran temperatur di atas, anda membutuhkan heater atau pemananas.Hindari perubahan suhu yang terlalu fluktuatif, karena kondisi ini akan membuat ikan stres. Kemudian jaga agar keasaman air berada di antara pH 6.0 dan 7.5.Dan kesadahan tidak melampaui 10 dGH.
Ciri induk ikan betina yang telah matang gonad dapat dilihat dari bentuk perut yang membesar sangat lembut, dapat juga dengan mengurut perut ikan tersebut.Bila telur yang keluar secara pengurutan berbentuk bulat utuh, berwarna agak kecoklatan atau hijau kekuningan maka induk dalam kondisi siap pijah.Pada gonad ikan jantan dapat dilihat dari papilla genitalnya yang terletak dibelakang dan mendekati sirip anus, berwarna merah, meruncing dan menyebar kearah pangkalan, makan ikan tersebut telah matang kelamin.
Apabila telah dewasa, lele betina akan membentuk telur di dalam indung telurnya. Sedangkan lele jantan membentuk sperma atau mani. Bila telur-telurnya telah berkembang maksimum yaitu mencapai tingkat yang matang untuk siap dibuahi maka secara alamiah ikan lele akan memijah atau kawin.
Perkembangan telur dan sperma berlangsung di dalam tubuh lele dengan mekanisme pengaturan oleh zat yang disebut hormone kelamin gonadotropin atau gonade stimulating hormone (GSH). Bila lele mencapai tingkat dewasa, hormone gonadotropin secara alami akan terbentuk di dalam kelenjar hipofisa yang terletak di bawah otak kecil. Awalnya hormone gonadotropin yang terbentuk sedikit kemudian dialirkan melalui darah ke dalam indung telur, sehingga terbentuklah telur-telur yang semakin besar dan banyak jumlahnya di dalam indung telur.
Sampai suatu saat telur-telur menjadi matang untuk dibuahi oleh sperma (fertilisasi).Namun kematangan telur yang terjadi dalam indung telur belum tentu segera diikuti oleh kemauan induk untuk memijah sehingga diperlukan rangsangan yaitu dengan mengubah iklim atau sifat-sifat air yang dapat membei rangsangan bagi lele untuk membentuk hormone gonadotropin lebih banyak lagi.
Perkembangan muakhir untuk merangsang pemijahan ikan lele saat ini dapat menggunakan hormone buatan atau hormone sintetis yang telah banyak diproduksi. Beberapa jenis hormone tersebut antara lain Ovaprim, HCG, LHRH. Persyaratan penggunaan hormone sintetis adalah induk lele harus sudah mengandung telur yang siap untuk memijah (matang gonad).
4.1       Ikan Bawal
Klasifikasi ikan bawal berdsarkan sumber wikipdia
Pomfret
Atlantic pomfret, Brama brama
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Kelas:
Actinopterygii
Ordo:
Perciformes
Upaordo:
Percoidei
Superfamili:
Percoidea
Famili:
Bramidae
Bonaparte, 1831
Ikan bawal merupakan ikan import dari Brasil. Nama latinnya collossoma macropomum Ikan ini sangat mirip penampilannya dengan ikan piranha.Dengan badan yang pipih dan bulat dan warna kulit keperak – perakan, memiliki lubang hidung yang besar, dan warna ujung sirip berwarna merah atau kuning.Kadang mungkin anda bisa tertipu oleh penampilannya.Seperti kerabatnya ikan piranha ikan ini termasuk ikan carnivora yakni pemakan daging. Di habitat aslinya di sungai amazon sana ikan ini bergerombol dalam jumlah yang kecil dan mencari mangsa ikan kecil, katak, siput atau udang. Dengan gigi – giginya yang tajam, ikan ini merupakan predator sejati.
Ikan bawal sebenarnya nmasih cukup baru diperkenalkan di industri perikanan tanah air, namun karena hasil penyebarannya mendapat respon dari para petani ikan.Jumlahnya konsumsi ikan bawal semakin hari semakin meningkat.Ikan bawal memiliki rasa daging yang gurih dan enak, meski cukup banyak duri pada dagingnya.Sebagai ikan konsumsi ikan ini sekarang menjadi alternative baru.

Untuk pemancing sendiri tentu saja bisa menikmati mancing ikan bawal hanya di kolam pancing saja. Sebagai ikan import tentu saja tidak  bisa ditemukan di alam liar. Ikan ini cukup mengasikkan saat di pancing.Sebagai ikan carnivore, memancing ikan bawal cukup mudah. Anda bisa menyiapkan umpan isi perut ikan lain yang tentu saja mudah anda temukan di kolam pancing. Isi perut ikan mujair, ikan gurami atau ikan apa saja yang berbau anyir akan menyebabkan ikan bawal bisa didapatkan dengan mudah. Ikan ini memiliki indera penciuman yang sangat baik apalagi dengan bau darah
BAB V
PENUTUP
5.1       Kesimpulan
Filum Chordata adalah kelompok hewan, termasuk vertebrata dan beberapa binatang yang mirip invertebratayang memiliki ciri-ciri yang serupa. Pada Sea World Indonesia kami menemukan banyak ikan yang termasuk dalam filum chordate ini diantaranya adalah Ikan Arapaima, Ikan Piranha, Ikan Lele Redtail, Ikan Bawal, dan masih banyak lagi.
Dari observasi yang telah kami lakukan kami mendapatkan kesamaan karakteristik dari ikan-ikan yang kami amati yang berasal dari filum chordatadiantaranya adalah mmiliki celah faring dibagian tubuhnya. Sehingga kami menyimpulkan bahwa apa yang kami harapkan dari studi wisata ini tlah tercapai.
5.2       Saran
Setelah kami melakukan observasi kami memberikan saran agar spesies-spesies ikan yang termasuk dalam filum chordate ini terus dilestarikan karena menurut yang kami amati ikan-ikan tersebut sangat luar biasa indahnya dan harus dilestarikan terus agar tidak punah. Dan kami memberikan saran kepada para pendatang yang lain agar tidak mengganggu ekosistem yang dapat menyebabkan ikan-ikan ini punah
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A, Jane B. Reece, dan Lawrence G. Mitchell. 2003. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
John W Kimball, 1983.Biologi.Erlangga : Jakarta

 

 


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.