Manajemen Pendidikan – ARSBLOG.ID
Sun. Sep 19th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

Manajemen Pendidikan

5 min read

Pengertian Manajemen Pendidikan 
Manajemen
Manajemen berasal dari bahasa Itali (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutama dalam konteks mengendalikan kuda, yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti “tangan“.Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, manajemen diartikan sebagai proses pemakaian sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran yg telah ditentukan; penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran
Ada dua istilah yang selalu muncul bersamaan administrasi danmanajemen.Bagi orang awan memang harus dijelaskan secara teoritis.Selain telah dijelaskan di atas.Formen dan Ryan (dalam Sutisna, 1983:21)berpendapat bahwa antara administrasi dan manajemen tidak memilikiperbedaan yang berarti, sehingga istilah tersebut dapat saja disejajarkanpenggunaannya. Karena istilah administrasi dan manajemen tidak adaperbedaan menurut Formen dan Ryan maka Monroe, (dalam Supandi,1988:24) mengemukakan pengertian administrasi sebagai berikut: 
Educational administration is the direction, control and management of all matters pertaining to school affairs, including business administrationsince all aspects of school affairs may be considered as considered as carried on for educational end“. 
Selanjutnya Miller, (dalam Reksoputranto, 1992:102)mengemukakan tentang manajemen sebagai berikut: “managementis the prosess of directing and facilitating the work of peopleorganized in formal group to achieve a desired goal”. 
Menurut Dale (1973) manajemen adalah “mengelola orang-orang, pengambilan keputusan, proses pengorganisasian, memakai sumber-sumber yang tersedia untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.” 
Terry (1978)mengartikan manajemen dengan ” pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya melalui usaha-usaha orang lain“. 
Sutisna (1983)menafsirkan bahwa ” seorang manajer sebagai orang yang berusaha untukmencapai maksud-maksud yang dapat dihitung yang bertalian dengantujuan-tujuan yang sistematis bagian, dan administrator sebagai orang-orangyang berihtiar untuk mencapai maksud-maksud yang tidak dapatdihitung tanpa mengindahkan akibat akhir dari pencapaian tujuan”. Siagian(1980) pula menegaskan bahwa manajemen adalah inti dari administrasi,dan kepemimpinan adalah inti dari manajemen dan pengambilan keputusaninti dari kemepininan.
Pendidikan 
Made Pidarta yang mengutip Langeveld, “Beliau mengatakan bahwa mendidik adalah memberi pertolongan secara sadar dan sengaja kepada seorang anak (yang belum dewasa) dalam pertumbuhannya menuju ke arah kedewasaan dalam arti dapat berdiri sendiri dan tanggungjawab susila atas segala tindakannya menurut pilihannya sendiri. (2003 ; 10). Definisi lebih spesifik dalam arti pendidikan di sekolah dirumuskan alam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 bahwa, “pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan, masyarakat, bangsa dan negara.” (2003 : 11). Hakikat pendidikan pada dasarnya adalah upaya manusia untuk mempertahankan keberlanjutan kehidupannya yang tidak hanya keberlanjutan keberadaan fisik atau raganya akan tetapi juga keberlanjutan kualitas jiwa dan peradabannya dalam arti terjadi peningkatan kualitas budayanya, baik melalui pendidikan yang dilaksanakan secara alami oleh orang tua kepada anak atau masyarakat kepada generasinya hingga pendidikan yang yang diselenggarakan oleh organisasi-organisasi pendidikan yang lebih mudah dikenal dengan istilah sekolah, baik formal maupun non-formal. Sehingga pendidikan itu berlangsung seumur hidup atau lebih dikenal dengan sebutan long-life education. 
Manajemen Pendidikan 
Berdasarkan definisi tersebut di atas, dapat dirumuskan bahwa manajemen pendidikan sebagai seluruh proses kegiatan bersama dan dalam bidang pendidikan dengan memanfaatkan semua fasilitas yang ada, baik personal, material, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan. Manajemen dalam lingkungan pendidikan adalah mendayagunakan berbagai sumber (manusia, sarana dan prasarana, serta media pendidikan lainnya) secara optimal, relevan, efektif dan efisien guna menunjang pencapaian tujuan pendidikan. 
Kemudian Engkoswara (1990:126-127) menjelaskan bahwa konsep administrasi pendidikan sejajar dengan konsep manajemen pendidikan (pengelolaan pendidikan). Fungsi dan ruang lingkup manajemen pendidikan diuraikan menjadi: perencana, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan berkaitan dengan perumusan kebijakan awal sebagai pedoman dalam pelaksanaan.Pelaksanaan memerlukan pengawasan, karena pengawasan atau penilaian untuk mengetahui kekurangan atau kesenjangan (gap) termasuk kemajuan yang telah dicapai. 
Keberhasilan pengelolaan pendidikan memerlukan beberapa dukungan, terutama dukungan M = SDM (human resources) yang terdiri dan guru, murid, atasan dan orang tua. Perlunya memiliki proses == sumber belajar (SB) yang berintikan kurikulum, serta adanya F = WFD (waktu, fasilitas dan dana) yang dibutuhkan. Kesemuanya itu mendukung upaya mengoptimalkan tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efesien. 
Sehubungan dengan hal tersebut di atas.menejemen pendidikan berperanan untuk memberdayakan berbagai komponen sistem pendidikan, dengan demikian memberdayakan komponen-komponen sistem pendidikan akan tercapai keberhasilan pendidikan dalam arti; prestasi, suasana dan ekonomi.Lebih lanjut Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan yang terkandung dalam definisi tersebut sebagai berikut:
1. Manajemen merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan dari, oleh dan bagi manusia.
2. Rangkaian kegiatan itu merupakan suatu proses pengelolaan dari suatu rangkaian kegiatan pendidikan yang sifatnya kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
3.  Proses pengelolaan itu dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi sehingga kegiatannya harus dijaga agar tercipta kondisi kerja yang harmonis tanpa mengorbankan unsur-unsur manusia yang terlibat dalam kegiatan pendidikan itu.
4.   Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).
5.    Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien.
 

Jadi manajemen pendidikan dapat diartikan sebagai: “suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan yang dilakukan dengan usaha bersama secara efektif dan efisien., untuk mendayagunakan semua sumber dan potensi yang ada demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya”.

Prinsip-prinsip Manajemen Pendidikan
Douglas (1963:13-17) merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan yaitu :
1.     Memprioritaskan tujuan diatas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja.
2.     Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab
3. Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dankemampuannya
4.      Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia
5.      Relativitas nilai-nilai

Prinsip-prinsip diatas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas, dan nilai-nilai.Tujuan dirumuskan dengan tepat sesuai dengan arah organisasi, tuntutan zaman, dan nilai-nilai yang berlaku.Tujuan suatu organisasi dapat dijabarkan dalam bentuk visi, misi dan sasaran-sasaran. Ketiga bentuk tujuan itu harus dirumuskan dalam satu kekuatan tim yang memiliki komitmen terhadap kemajuan dan masa depan organisasi. 

Drucker (1954) melalui MBO (management by objective) memberikan gagasan prinsip manajemen berdasarkan sasaran sebagai suatu pendekatan dalam perencanaan. Penerapan pada manajemen pendidikan adalah bahwa kepala dinas memimpin tim yang beranggotakan unsur pejabat dan fungsional dinas, dan lebih baik terapat stakeholdersuntuk merumuskan visi, misi dan objektif dinas pendidikan. 
Pada tingkat sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, siswa, orang tua siswa, masyarakat dan stakeholders duduk bersama membahas rencana strategis sekolah dengan mengembangkan tujuh langkahnya yaitu:
1.      Menentukan hasil akhir apa yang ingin dicapai sekolah
2.      Menganalisis apakah hasil akhir itu berkaitan dengan tujuan sekolah
3.      Berunding menetapkan sasaran-sasaran yang dibutuhkan
4.      Menetapkan kegiatan apa yang tepat untuk mencapai sasaran
5.      Menyusun tugas-tugas untuk mempermudah mencapai sasaran
6.      Menentukan batas-batas pekerjaan dan jenis pengarahan yang akan dipergunakan oleh atasan
7.      Lakukan monitoring dan buat laporan.

Referral Banners

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.