Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan – ARSBLOG.ID
Sun. Sep 19th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

7 min read

Referral Banners

 

Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan 

Manajemen Kurikulum

Dalam manajemen kurikulum kegiatan dititberatkan kepada kelancaran pembinaan situasi belajar mengajar.Paham terakhir menyebutkan bahwa kurikulum adalah segala pengalaman penidikan yang diberikan oleh sekolah kepada anak didiknya, baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah.Kurikulum tediri atas mata pelajaran tertentu yang bertujuan menyampaikan kebudayaan lampau sejumlah pengetahuan yang harus diajarkan kepada anak-anak, karena seringnya pengetahuan diambil dari buku-buku pelajaran tertentu yang dipandang baik maka kurikulum ditentukan oleh buku pelajaran. 
Untuk menjamin efektifitas pengembangan kurikulum dan program pengajaran, kepala sekolah sebagai pengelolaprogram pengajaran bersama dengan guru-guru harus mejabarkan isi kurikulum secara lebih rinci dan operasional kedalam program taahunan, suture wulan dan bulanan. Adapun program mingguan atau program satuan pelajaran, wajib dikembangkan guru sebelum melakukan kegiatan belajar-mengajar.Berikut diperinci beberapa prinsip yang harus diperhatikan: 
  1. Tujuan yang dikehendaki harus jelas, makin operasional tujuan, makin rendah terlihat dan makin tepat program-program yang dikembangkan unttuk mencapai tujuan 
  2. Program itu harus sederhana dan fleksibel. 
  3. Program-program yang disusun dan dikembangkan harus sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 
  4. Program yang dikembangkan harus menyeluruh dan harus jelas pencapaiannya.
  5.  Harus ada koordinasi antarkomponen pelaksana program disekolah.  
Struktur Program Kurikulum
 Untuk sekolah-sekolah umum program pendidika meliputi 3 macam yaitu: Program pendiidkan umum, program akademis yang memberikan dasar-dasar untuk melanjutkan studi, dan program pendidikan keterampilan. Selanjutnya setiap program memperoleh alokasi (penjatahan) waktu tertentu yakni berapa jumlah jam pelajaran per minggu untuk setiap bidang studi bagi kelas-kelas tersebut.
Sehubungan dengan struktur program ini ada bebrapa hal yang perlu dipahami yaitu: GBPP (Garis-Garis Besar Progam Pengajaran), jam pelajaran, semester, program pendidikan umum, program pendidikan akaemik, program pendidikan keterampilan, dan program pedidikan kejuruan.
Kegiatan-Kegiatan Manajemen Kurikulum
Kegiatan manajemen dititikberatkan pada usaha-usaha pebinaan situasi belajar-mengajar di sekolah agar selalu terjamin kelancarannya. Kegitan manajemen kurikulum yang terpenting di sini dapat disebutkan dua hal yakni:
Kegiatan yang amat erat kaitannya dengan tugas guru, yang meliputi: pembagian tugas mengajar, pembagian tugas/tanggung jawab dalam membina ekstrakurikuler, dan koordinasi penyusunan persiapan mengajar.
Kegiatan yang erat kaitannya dengan proses belajar-mengajar yang meliputi: penyusunan jadwal pelajaran, penyusunan program (rencana) berdasar satuan waktu tertentu (catur wulan, semesteran, tahunan), pengisian daftar kemajuan murid, penyelenggaraan evaluasi hasil belajar, laporan hasil evaluasi, kegiatan bimbingan penyuluhan.
Manajemen kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah.Manajemen kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran disekolah dapat berjalan dengan lancer, tertib dan teratur, serta mencapai tujuan pendidikan sekolah.
a. Penerimaan Murid Baru
Manajemen murid menunjuk pada pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan pencatatn murid semenjak proses penerimaan sampai saat murid meninggalkan sekolah karena sudah tamat menikuti pendidikan pada sekolah itu. Penerimaan murid baru merupaka salah satu kegiatan pertama yang biasanya dengan mengadakan seleksi calon murid.
Menurut Drs. Ismed Syarief Cs. (1976: 25-30) langkah-langkah penerimaan murid baru pada garis besarnya adalah sebagai berikut:
1.      Membentuk panitia penerimaan murid
2.      Menentukan syarat pendafraan calon
3.      Menyediakan formulir pendafaraan
4.      Pengumuman pendaftaraan calaon
5.      Menyediakan buku pendaftaraan
6.      Waktu pendaftaraan
7.      Penentuan calon yang diterima
b. Pencatatan Murid dalam Buku Induk
Murid yang baru perlu dicatat segera alam buku besar yang biasa disbut buku induk atau buku pokok.Catatan dalam buku induk harus lengkap meliputi data an identitas murid dalam hal ini sebagaia data dapat diambil dari formulir pendaftaran. Buku induk merupakan kumpulan daftar nama murid sepanjang msa dari sekolah itu.
Di samping identitas murid, dalam buku induk juga berisi prestasi belajar anak (daftar nilai rapor) dari tahun ke tahun selama ia belajar di sekolah tersebut. Catatn dalam buku induk harus bersih dan jelas dan ini merupakan taanggung jawab kepala sekolah yang penggarapnnya bisa diserahkan kepada pegawai sekolah.
c. Buku Klaper
Buku ini berfungsi untuk membantu buku induk memuat data murid yang penting-penting.Pengisinnya dapat diambil dari buku induk itu, dan daftar nilai juga tercatat.Kegunaan buku kapler adalah untuk memmudahkan mencari data murid, apalagi belum diketahi nomor induknya. Hal ini mudah ditemukan dalam buku kapler karena nama murid disusun menurut abjad.
d. Tata Tertib Murid
Tata tertib sekolah ialah ketentuan-ketentuan yang mengatur kehidupan sekolah sehari-hari dan mengandunn sanksi terhadap pelanggarnya.Tata tertib murid adalah bagian dari tata tertib sekolah, di samping itu masih ada tata tertib guru dan tata tertib tenaga administratif. Pada dasarnya tata tertib untuk muri adalah sebagai berikut:
1. Tugas dan kewajiban dalam kegiatan intra sekolah
2. Larangan-larangan yang harus diperhatikan
3. Sanksi bagi murid
e. Daftar Presensi
Daftar presensi atau daftar hadir dimaksudkan untuk mengetahui frekuensi kehadiran murid di sekolah sekaligus untuk mengontrol kerajinan belajar mereka.Daftar hadir ini dapat dibuat sebagai daftar hadir bulanan atau daftar hadir mingguan.Tugas guru atau petugas yang ditunjuk adalah memeriksa dan memberi tanda tentag hadir atau tidaknya seorang murid satu kalli dalam satu hari.
                             
Pada prisipnya yang dimaksud personel di sini ialah orang-orang yng melaksanaka sesuatu tugas untuk mencapai tujuan.Personel di sekolah meliputi unsur guru yang disebut tenaga edukatif dan unsure karyawan yang disebut tenga administratif. Secara terperinci dapat disebutkan keseluruhan personel sekolah adalah: kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha, dan pesuruh/penjaga sekolah.Manajemen tenaga kependidikan (kepegawaian) mencakup :
a.    Perencanaan pegawai
b.    Pengadaan pegawai
c.    Pembinaan dan pengembangan pegawai
d.   Promosi dan mutasi
e.    Pemberhentian pegawai
f.     Kompensasi, dan
g.    Penilaian pegawai
Semua itu perlu dilakukan dengan baik dan benar agar apa yang diharapkan tercapai, yakni tersedianya tenaga kependidikan yang diperlukan dengan kualifikasi dan kemampuan yang sesuai serta dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan berkualitas.
Daftar personel memuat identitas atau keterangan lengkap tentang diri pegawai atau karyawan yang bersangkutan baik ia itu guru maupun tentag administratif. Keterangan-keterangan ini antar lain meliputi nama lengkap dan identitas pribadi yang lain (agama, tempat tinggal, tahun kelahiran dan sebagainya), pangkat, jabatan, pendidikan terakhir, pendidikan tambahan dan keadaan keluarga.
Setiap personel harus disediakan satu map khusus untuk menyimpan arsip-arsip/surat keterangan yang sah, yang mungkn berwujud salinan/fotokopi yang berhubungan erat dengan masalah kepegawaian seperti: surat keputusan pengangkatan pegawai, surat keputusan kanaikan pangkat, surat keputusan kenaikan gaji berkala, salinan/fotokopi ijazah/STTB, fotokopi kartu pegawai (PARPEG), surat keterangan tidak terlibat G. 30 S/PKI, surat nikah, catatan penting yang menyangkut diri pegawai atau guru, misalnya: tanda penghargaan sebagai guru teladan, piagam dan lain-lain.
Kehadiran guru/karyawan hendaknya selalu dapat terkontrol oleh kepala sekolah, daftar hadir ini bagi guru SD mungkin bersifat harian, artinya setiap hari guru menandatangi daftar tersebut, tetapi untuk guru sekolah lanjutan (sekolah menengah) daftar hadir dapat dibuat berdasarkan jam-jam mengajar. Dengan memeriksa daftar hadir tersebut di atas maka dapat dihitung persentase kehadiran atau absensi guru yang bersangkutan.
Yang dimaksud daftar konduite adalah daftar yang berisi penilaian terhadap pegawai yang dibuat oleh pimpinan atau atasannya.Dalam hal ini kepala sekolah membuat daftar konduite itu berdasarkan penilaian terhadap guru yang menjadi bawahannya.
Beberapa hal yang penting untuk dinilai menurut Drs. Isned Syarief dkk. (1976:44) adalah: kemampuan kerja (perencanaan program mengajar, kecakapan mengajar, melaksankan manajemen), kerajinan, kepatuhan disiplin kerja, rasa tanggung jawab terhadap tugas Negara, hubungan kerja sama, kelakuan di dalm dan di luar dinas, prakarsa (inisiatif), kepemimpinan, dan pekerjaan pada umumnya.
Pada prinsipnya suatu usul kepegwaian merupakan penghargaan terhadap pegawai yang bersngkutan yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu (Drs. Ismed Syarief Cs 1976:45). Beberapa usul kepegawaian ini yang pokok ialah: usul kenaikan gaji berkala (KGB), usul kenaikan pangkat, usul pengangkatan dalam suatu jabatan tertentu, usul atau permohonan cuti, usul pemberian pensiun, dan usul pemberhentian pegawai.
IV.              Manajemen Tatalaksana Sekolah (Ketatausahaan)
a. Surat Dinas Sekolah dan Buku Agenda
Semua surat-menyurat yang dilakukan dalam rangka kepentingan kehidupan dan realisasi program sekolah dapat kita sebut surat dinas. Hal-hal yang perlu dicatat dalam agenda surat masuk adalah: nomor urut surat, tanggal diterima, tanggal dan nomor surat yang diteriama, pihak pengirim/instansi, pokok isi surat, dan keterangan. Sedangkan dalam agenda surat keluar yang perlu dicatat ialah: nomor urut surat keluar, tanggal surat keluar (pengiriman), alamat surat/kepada siapa, pokok isi surat, dan keterangan.
b. Buku Ekspedisi
Guna buku ekspedisi ialah untuk pembuktian bahwa suatu surat yang dikirimkan sudah sampai kepada alamatnya atau orang (petugas) yang diserahi tanggung jawab. Yang perlu dicatat dalam buku ekspedisi adalah: nomor surat, alat yang dituju, tanggal penerimaan, tanda tangan dan nama terang penerima.
c. Buku Catatan Rapat Sekolah (Notulen)
Berdasarkan materi yang dibicarakan dalam rapat sekolah maka rapat itu disebut: rapat kenaiakan kelas, rapat kelulusan, rapat penerimaan murid baru, dan rapat pembagian tugas mengajar dan sebagainya. Menurut sifatnya rapat itu mungkin bersifat rutin dan mungkin bersifat incidental. Pencatatan proses dan keputusan rapat menggunakan buku notulen (buku catatn rapat).
d. Buku Pengumuman
Buku pengumuman dimaksudkan untuk media penyampaian informasi (pemberitahuan) yang ditujukan kepada para guru.Adapun isi pengumuman bermacam-macam yang pada pokoknya selalu menyangkut masalah pembinaan sekolah.
Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlenkapan yang secara langsung dipergunakan san menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan media pengajaran.
Ditinjau dari fungsi atau perannya terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar, maka sarana pendidikan (sarana material) dibedakan menjadi 3 macam: alat pelajaran, alat peraga, dan media pengajaran. Pada garis besarnya manajemen sarana dan prasarana meliputi 5 hal yakni: penetuan kebutuhan, proses pengadaan, pemakakian, penatatan/pengurusan, dan pertanggungjawaban.
Perpustakaan sekolah sebagai sarana pendidikan yang amat penting harus diselenggarakan secara efektif dan efisien. Secara garis besar dapat dikemukakan agar penggunaan perpustakaan sekolah dapat berjalan tertib, efektif dan efisien diperlukan berbagai perlengkapan tata laksana sebagai berikut: tata tertib perpustakaan, bukku induk anngota perpustakaan, buku induk bahan pustaka, almari katalok, kartu buku, kantong buku, lembar pengembalian, kartu peminjaman, label buku, blangko peringatan, dan kartu katalog.
a. Pentingnya Organisasi Sekolah
Organisasi adalah aktivitas dalam membagi-bagi kerja, menggolongkan-golongkan jenis pekerjaan, memberi wewenang, menetapkan saluran perintah dan tanggung jawab kepada para pelaksana.Organisasi sekolah yang baik menghendahi agar tugas-tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan penyenggaraan sekolah untuk mencapai tujuannya dibagi secara merata dengn baik sesuai dengan kemampuan, fungsi, dan wewenang telah ditentukan.
Dengan organisasi yang baik dapat dihindari tindakan kepala sekolah yang menunjukan kekuasaan yang berlebihan (otoriter), suasana kerja dapat lebih berjiwa demokratis karena timbulnya partisipasi aktif dari semua pihak yang bertanggung jawab.
b. Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Penyusunan OrganisasiSekolah
Beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan susunan organisasi seklah adalah: tingkat sekolah (SD, SLTP, SLTA, PT), jenis sekolah (umum dam kejuruan), besar kecilnya sekolah, letak dan lingkungan sekolah. Demikianlah pling sedikkit empat faktor yang perlu diperhatikan dalam penetuan susunan organisasi sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.