Potret Buram Pendidikan Indonesia – ARSBLOG.ID
Sat. Apr 17th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

Potret Buram Pendidikan Indonesia

5 min read


Potret Buram Pendidikan Indonesia
Selamat datang di dunia saya, dunia yang mungkin bagi sebagian orang bukan hal yang penting dan bahkan sama sekali tidak penting, namun lapangkanlah hati untuk mau berbagi dan menginspirasi, mau membuka hati untuk sebuah kebangkitan diri. Tulisan yang akan anda baca selanjutnya merupakan rekam jejak sebagian dari perjalanan hidup anak manusia yang panjang yang bahkan sudah pernah dialami oleh kalian semua para bangsa Indonesia.
Sahabatku yang mudah-mudahan dimuliakan hatinya oleh tuhan yang maha esa, pernahkah kalian semua berfikir betapa bobroknya moral para pelajar kita, betapa memalukannya moral, karakter, dan perilaku para pelajar kita. Banyak sekali hal yang kurang terpuji dilakukan oleh mereka, namun pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi mengenai sebuah tindakan yang menurut sebagian besar orang merupakan hal yang wajar. Namun sesungguhnya merupakan hal yang kurang ajar.
Sahabatku yang baik hatinya, saya rasa kita semua sama-sama telah merasakan bagaimana pendidikan di Negara kita tercinta, bagaimana system yang bekerja pada pendidikan kita, dan bagaimana karakter pendidikan kita. Miris mendengar ucapan dari seseorang yang pernah saya tanyakan tentang pendidikan Indonesia, beliau mengatakan karakter pelajar kita itu tak lepas dari karakter “Pencontek”. Saya kemudian berfikir akan perkataannya tersebut, merenungkan dalam hati dan mencoba memaknainya secara utuh.
Sahabatku yang mulia hatinya, coba kita sama-sama merenungi kata-kata tersebut, kita maknai bersama kata-kata yang terkesan sederhana namun memiliki makna yang sangat sempurna, dan baru-baru ini saya berhasil menemukan makna yang membuat hati terpana dari kata-kata tersebut, inilah pemaknaan dari saya, anda pun boleh setuju atau tidak. Sahabatku yang baik hatinya, kurang lebih empat belas tahun lamanya saya merasakan pendidikan Indonesia, dan baru-baru ini saya merasa tercabik-cabik hatinya, merasa betapa memalukannya moral pelajar bangsa kita, bahkan untuk sekaliber Mahasiswa.
Sahabatku yang semoga hatinya dalam suasana kebahagiaan selalu, apakah kalian semua selama menempuh pendidikan pernah melakukan kegiatan mencontek saat ujian? Kegiatan yang menurut sebagian besar orang merupakan hal yang wajar, namun apakah kita tidak pernah berfikir apa dampaknya bagi bangsa kita? Apa dampaknya bagi pendidikan kita? 
Sahabat, kejadian menyeramkan saya alami dalam beberapa tahun terakhir selama menempuh pendidikan. saya saat ini sedang melanjutkan studi di sebuah PTN di Indonesia, Ujian akhir semester atau UAS untuk sebagian orang mungkin menjadi momok yang menakutkan, namun sebegitu menakutkankah UAS itu sampai-sampai banyak mahasiswa yang nekat melakukan tindakan kurang terpuji seperti mencontek. Bahkan apa yang saya alami ini merupakan sebuah kejadian yang benar-benar ekstrem. Ada beberapa orang yang bahkan nekat hadir ke kampus 6 jam sebelum ujian dimulai hanya untuk memperebutkan bangku saat ujian, yang menyeramkan adalah bangku ini diperebutkan agar mendapat posisi yang nyaman untuk mencontek. Tidak hanya itu, mereka bahkan sudah bersiap di depan pintu kelas dengan sigap walaupun kelas masih ada yang menggunakannya. Saya sendiri menyebut orang-orang seperti itu sebagai predator. Mereka menamakan diri mereka MAHASISWA yang seharusnya sudah mampu bersikap dewasa, namun ternyata sikap mereka tak lebih seperti anak kecil. Otak mereka tak digunakan dengan baik, dan mereka bangga dengan title predator tersebut. Seharusnya mereka malu akan tindakan yang dilakukannya.
Sahabatku yang baik hatinya, mungkin bagi para predator ini, hal itu merupakan sesuatu yang wajar, Namun keegoisan mereka itulah yang tanpa disadari telah mendzalimi orang lain, bahkan mendzalimi martabat bangsa kita sendiri. Mereka hanya berfikir posisi tempat duduk dan tipe pengawas ujian menentukan prestasi, sungguh dangkal otaknya bila ada yang berfikiran seperti itu. Coba sahabat bayangkan apabila ada orang yang jujur sudah belajar, berdoa dan bertawakal sepenuh hati, namun usahanya dibuat sia-sia oleh ulah para predator ini, apakah itu tak beda dengan mendzalimi orang lain? Dan yang lebih parah lagi kalau tindakan itu dilakukan oleh para calon pendidik bangsa kita, mau dibawa kemana pendidikan kita. Mau jadi apa pendidikan kita, karakterseperti apa yang akan menjadi pendidikan kita. Sahabat, jujur hal ini sangat menyedihkan bagi saya pribadi, sangat teriris hati saya dengan keadaan ini. keadaan yang mungkin sudah bertahun-tahun terjadi di Negara kita,di tanah air kita Indoneasia.
Sahabatku yang mulia hatinya, kejadian ini akhirnya mengantarkan saya untuk berfikir bahwa hal yang mereka para predator ini lakukan merupakan tindakan yang sangat mencoreng nama pendidik bangsa, bagaimana pendidikan kita akan maju kalau calon gurunya saja sudah tanpa malu dan tanpa rasa berdosa berbuat seperti itu, bahkan yang saya takutkan adalah ketika para predator ini sudah menjadi guru dan ada siswanya yang melakukan hal demikian maka akan dianggap sebagai sebuah kewajaran yang akhirnya jadi budaya yang turun temurun dan tidak menutup kemungkinan akan melahirkan para predator-predator baru. Sahabat, menurut saya yang membuat mereka bahkan kita melakukan hal itu semua adalah mereka sudah terbuai dalam comfort zone mereka. Mereka merasa nyaman dengan keadaan yang meraka alami demikian. Karena yang mereka fikirkan hanyalah bagaimana untuk bisa mendapatkan nilai ujian yang bagus dan bisa mendapat nilai akhir yang bagus. Yang mereka lakukan hanyalah untuk kepuasan nafsu bukan kepuasan hati. Saya berani taruhan mereka tidak akan pernah mendapat kepuasan hati dan jiwa bila mereka melakukannya dengan cara yang salah.
Sahabatku yang cerdas pemikirannya, ayolah kita berfikir jauh kedepan, kita tinggalkan zona nyaman kita tentang hal-hal tersebut, kita fikirkan apa yang akan terjadi bila hal ini terus dilakukan, ubahlahlah pola pikir kita, sekali lagi tinggalkan zona Nyaman itu, karena zona nyaman itulah yang membuat kita terbuai dan hanya berada pada keadaan yang stagnan, dan pada akhirnya hkeadaan inilah yang membuat pendidikan kita tidak pernah maju dan berkembang. Apa yang akan terjadi dengan bangsa kita 10-20-30 tahun ke depan kalau para generasi penerusnya bernaluri preadtor seperti ini.
Sahabat, apakah kita Nyaman dengan nilai palsu kita? Apakah kita nyaman dengan hasil yang kita dapat dengan cara menjijikan itu? Apakah kita bangga akan itu semua? Apakah kita nyaman dengan segala kemunafikan yang kita lakukan itu? Sekali lagi saya mengajak sahabat semua tinggalkan comfort zone tersebut, jangan sampai terbuai dan jatuh dalam zona Nyaman itu. Fikirkan apa yang akan kita lakukan untuk 10-20-30 tahun ke depan, bukan untuk 1-2-3 jam yang singkat itu.
Sahabat, tahukah kalian mengapa orang zaman dahulu atau orang era 1800-1900an budaya dan pengetahuannya sulit berkembang? Hal itu karena mereka telah berada dan terjatuh dalam zona nyaman yang membuat merika menikmati apa yang didapatkan saat itu,berbeda dengan zaman sekarang dimana teknologi berkembang pesat, hal itu karena orang-orang itu telah meninggalkan zona nyaman mereka dan mulai berfikir untuk kedepannya. Oleh karena itu mari kita tinggalkan zona nyaman kita. Zona yang penuh kekhilafan seperti itu, zona yang memalukan itu, zona yang dapat meruntuhkan mental bangsa kita.
Sahabatku yang baik hatinya, terima kasih sudah dengan sabar menyimak sebuah potret pendidikan di Negara ini, hanyalah tuhan yang maha esa yang mampu membalas segala kebaikan kalian semua. Sekali lagi saya berpesan, renungkanlah rekam jejak hidup anak manusia ini, dan ambil sisi positifnya, bangkitlah pemuda-pemudi Indonesia dan bersama kita tinggalkan zona Nyaman kita untuk hijrah ke zona yang lebih bersih lebih menantang dan lebih bergairah untuk melakukan segalanya dengan jujur dan pada akhirnya akan mengahantarkan pendidikan kita ke jalur yang benar. Dan untuk sahabat yang merasa pernah melakukan tindakan seperti predator diatas maka mulai sekarang tinggalkanlah comfort zone tersebut. Salam satu hati, salam satu jiwa, dan salam satu semnagat, semangat kebangkitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.