Kemampuan Hewan Memprediksi Bencana Alam – ARSBLOG.ID
Sun. Sep 19th, 2021

ARSBLOG.ID

BERBAGI DAN MENGINSPIRASI

Kemampuan Hewan Memprediksi Bencana Alam

3 min read
Bencana alam merupakan sebuah misteri ilahi yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Namun seringkali kita bencana alam ini dapat diprediksi melalui beberapa fenomena. salah satunya adalah berubahnya perilaku hewan sebelum bencana alam ini terjadi. perubahan perilaku hewan tersebut menurut beberapa ahli, perilaku perubahan hewan ini berkaitan erat dengan perubahan lingkungan yang menjadi tempat tinggal hewan tersebut karena faktor alam sebelum bencana terjadi.
peta
Misalnya saja gempa bumi, yang sampai saat ini masih belum dapat diprediksi secara tepat oleh ilmuwan, menurut para ahli tersebut hal ini disebabkan karena indera manusia tidak peka atau sensitif terhadap alam. Oleh karena itulah para ilmuwan masih terus berusaha untuk menelitinya. Namun, sudah sejak lama manusia percaya bila hewan bisa mengetahui kapan sebuah bencana mungkin akan terjadi, terutama gempa bumi. Lewat sebuah penelitian di Peru, Amerika Selatan, ilmuwan berhasil mengungkap bagaimana hewan memprediksi gempa bumi.
Untuk mengetahui kebenaran dari kemampuan hewan tersebut salah satu ilmuwan dari Universitas Anglia Ruskin yang dipimpin oleh Dr. Rachel Grant, mulai mengamati aktivitas hewan melalui kamera tersembunyi di taman nasional Yanachage, Peru, sejak tahun 2011 lalu. melalui penggunaan kamera tersembunyi ini, mereka mendapatkan sebuh fakta yang baru, yaitu terungkaplah bila aktivitas para hewan-hewan tersebut mulai menurun terhitung sejak 23 hari sebelum gempa 7.0 skala Richter yang mengguncang daerah tersebut pada tahun 2011 lalu. Bahkan, fenomena misterius di dunia fauna yang sedang diamati itu, telah terjadi lima hari sebelum gempa, kamera yang terpasang tidak melihat hewan sama sekali.

Fenomena ini tentu saja sebuah hal yang dirasa cukup aneh, sebab bila kita lihat pada aktivitas di hari biasa saja jumlah hewan yang lewat bisa mencapai 15 ekor ditambah kawasan itu adalah sebuah kawasan hutan hujan yang dipenuhi oleh hewan-hewan liar. Namun mereka semua hilang dari pantauan kamera pengintai yang dipasang. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? dan kemanakah para hewan-hewan tersebut menghilna?

Menghilangnya hewan-hewan di daerah itu sebelum gempa terjadi, diklaim oleh para ahli sangat berkaitan dengan gangguan yang terjadi di lapisan ionosfer. Salah satu lapisan ionosfer pada atmosfer Bumi ini memang mengandung elektron dalam jumlah besar, dan mampu memantulkan gelombang radio. Lalu apa hubungan ionosfer dengan gempa? Saat gempa akan terjadi, bagian pusat atau episentrum gempa di dalam kerak Bumi akan memancarkan gelombang radio yang mengarah ke atas atmosfir hingga ke lapisan ionosfer, dan akan mengganggu lapisan ionosfer di atas daerah tersebut.

Kemudian, akibat dari gangguan gelombang radio yang mengarah ke atas atmosfir hingga ke lapisan ionosfer tersebut maka akan menghasilkan anomali udara yang disebabkan dari hasil ionisasi udara dalam jumlah besar, dan terpantul kembali hingga turun ke daratan. Namun hasil ionisasi udara itu lebih sensitif pada daerah gunung yang tingginya berkilometer karena lebih dekat dari ionosfer dibanding dengan dataran rendah. Akibatnya, udara hasil ionisasi itu akan lebih mudah dirasakan oleh indera hewan-hewan yang sensitif.

Akibatnya, hal itu menimbulkan peningkatan hormon serotonin pada hewan. Fenomena ini biasa disebut sindrom serotonin (serotonin syndromes). Saat hormon serotonin meningkat, maka hewan akan merasa pusing hingga hiperaktif.

“Kami percaya anomali yang dialami hewan diakibatkan oleh satu hal, yakni aktivitas seismik (gempa) yang menyebabkan ionisasi udara besar-besaran. Imbasnya, hewan cenderung turun gunung atau keluar dari hutan, karena hutan dan gunung biasanya mengalami hembusan ion paling kuat,” ujar Dr. Rachel pada Daily Mail.

Jadi, aksi “turun gunung” yang biasa dilakukan oleh hewan-hewan itulah yang selama ini dianggap manusia sebagai prediksi gempa bumi paling handal, dan kadang masih dipakai oleh manusia hingga saat ini.

Informasi ini didapatkan dari beberapa sumber diantaranya vivanews dan daily mail. kebenaran dan fakta yang terjadi berkaiatan dengan hal ini masih belum dimuat dalam jurnal ilmiah atau laporan ilmiah resmi karena penelitian ini masih terus berlangsung. semoga informasi yang diberikan diatas dapat digunakan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.ARSBLOG.ID | Newsphere by AF themes.